Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Murahnya Kereta Bandung-Sukabumi hingga Alasan BI Rate Turun

Murahnya Kereta Bandung-Sukabumi hingga Alasan BI Rate Turun

Sketsanews.com – Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) 25 basis poin di level 7 persen. Gubernur BI Agus Martowardojo menuturkan, secara umum penurunan berdasarkan evaluasi kondisi ekonomi yang membaik sejak kuartal IV 2015.

Disisi lain, usai mengaktifkan kembali jalur Kereta Api (KA) Cianjur-Sukabumi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan jalur KA dari Cianjur hingga Bandung. Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan menyatakan kemungkinan harga tiket kereta Bandung-Sukabumi hanya Rp15 ribu.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit, Bayu Krisnamurthi menyatakan program biodiesel mendongkrak harga sawit Indonesia, di tengah anjloknya harga komoditas.

Sumber foto: radarsukabumi.com
Sumber foto: radarsukabumi.com

Gubernur BI Beberkan Alasan Turunkan BI Rate. Bank Indonesia (BI) telah menurunkan BI Rate sebesar 25 basis point (bps) menjadi 7 persen, dengan suku bunga deposit facility menjadi sebesar 5 persen dan lending facility sebesar 7,5 persen. Seperti dilaporkan oleh okezone.com.

Selain itu, BI juga memutuskan untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) primer dalam rupiah sebesar 1 persen dari 7,5 persen ke level 6,5 persen, yang mulai berlaku efektif sejak 16 Maret 2016. Gubernur BI Agus Martowardojo menuturkan, secara umum penurunan BI Rate dan GWM berdasarkan beberapa evaluasi kondisi ekonomi yang membaik sejak kuartal IV 2015.

“Pada kuartal I tahun lalu, pertumbuhan ekonomi (PE) sampai 5 persen lebih. PE 5 persen ini faktor dominan berperan adalah pengeluaran pemerintah baik konsumsi ataupun infrastruktur dan investasi,” kata di Gedung Bank Indonesia Jakarta, Jumat (19/2/2016).

Kondisi yang membaik ini, mempengaruhi kondisi fundamental perekonomian nasional yang utama adalah inflasi. Pada 2015 terlihat laju inflasi sampai 3,35 persen dan pada 2016 ini dengan kondisi kuat dan adanya kondisi harga minyak yang turun membuat inflasi lebih terkendali.

Selain itu, yang membuat BI Rate kembali diturunkan adalah neraca pembayaran Indonesia terus menunjukan kondisi semakin membaik, bahkan di kuartal IV menujukan hasil yang jauh dari perkiraan. Ini juga ditunjukkan dari transaksi modal dan financial yang cukup membiayai defisit yang terjadi di transaksi berjalan.

Harga Tiket Kereta Bandung-Sukabumi Hanya Rp15 Ribu. Usai mengaktifkan kembali jalur Kereta Api (KA) Cianjur-Sukabumi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan jalur KA dari Cianjur hingga Bandung.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, nantinya Kereta relasi Sukabumi-Bandung akan disubsidi (PSO) sehingga tarifnya tidak terlalu mahal. Jonan memperkirakan tarif KA relasi Bandung-Sukabumi sekira Rp15.000.

“Belum tahu (tarifnya berapa), tapi kira-kira gini, kalau sampai Bandung dari Sukabumi mungkin harus PSO, Rp10.000 atau Rp15.000 gitu, Cianjur – Bandung mungkin Rp10.000 sampai Rp12.000,” kata Jonan di Stasiun Cianjur, Jumat (19/2/2016).

Jonan menargetkan jalur KA ini rampung pada 2017. Pasalnya jalur tersebut melintasi daerah yang rawan bencana, seperti longsor. “Karena sudah lama enggak dipakai, enggak dirawat jadi harus diperbaiki,” tambahnya.

Mantan Bos KAI ini menyarankan frekuensi KA relasi Bandung-Sukabumi empat kali dalam satu hari. Bisa saja, perjalanan KA tersebut dikombinasikan antara KA ekonomi dan KA eksekutif.

Program Biodiesel Dongkrak Harga Sawit Indonesia. Direktur Utama (Dirut) Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit, Bayu Krisnamurthi menyatakan, program biodiesel B15 hingga B20 mendongkrak harga sawit Indonesia, di tengah anjloknya harga komoditas.

Menurut Bayu, hal ini dikarenakan serapan biodiesel yang dilakukan PT Pertamina (Persero) terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Serapan biodiesel Pertamina pada September 2015 sebesar 50 ribu kilo liter (kl), kemudian meningkat pada Oktober sebesar 90 ribu kl, November 160 ribu kl, Desember 200 ribu kl dan pada Januari 2016, serapan biodiesel Pertamina mencapai 230 ribu kl.

Bayu menjelaskan, pada awal 2015, harga sawit sebesar USD600 per ton, sedangkan harga minyak dibanderol USD70 per barel. Kemudian, harga minyak terus turun pada bulan Agustus-September 2015 mencapai USD30 per barel, sehingga harga CPO atau sawit juga turun USD400 per ton.

“Tapi, setelah program biodiesel berjalan, harga CPO naik. Di pasar Rotterdam, harganya USD650-700 per ton untuk CPO. Walaupun harga minyak tetap di USD30 per barel. Biodiesel selamatkan harga sawit di Indonesia,” papar Bayu. (An)

%d blogger menyukai ini: