Sketsa News
Home Berita Terkini, News Kisah Terduga Teroris Malang, dari Kasi Dishubkominfo hingga Jualan Gado-gado

Kisah Terduga Teroris Malang, dari Kasi Dishubkominfo hingga Jualan Gado-gado

Sketsanews.com – “Sampai saat ini masih tercatat sebagai kasi. Sebab surat pengunduran dirinya belum ada,” jelas Untung Sudarto, Sekretaris Dishubkominfo Kabupaten Malang.

Densus 88
Densus 88

Kronologis Penangkapan Terduga Teroris di kompleks Perumahan Green Hils Malang

Kepala Satuan Resersi Kriminal Polres Malang, AKP Adam Purbantoro mengakui adanya penangkapan oleh tim Densus 88 di wilayah tersebut. “Benar sedang ada penindakan oleh Densus 88. Tapi keterangan lebih lanjut nanti disampaikan oleh Mabes Polri,” kata Adam di Malang, Jumat (19/2/2016), dilansir dari Liputan6.

Perangkat Desa Ngijo, Sugianto mengatakan, ada 4 orang yang ditangkap oleh petugas malam tadi. “Informasi dari kepala desa, ada 4 orang yang diamankan. Tak tahu dibawa kemana,” ujar Sugianto.

Proses penangkapan diawali dengan mobil Xenia warna silver keluar dari kompleks Perumahan Green Hils. Di depan gerbang perumahan, ada motor petugas yang sudah menghadang. Namun mobil itu tetap nekat menerjang melaju ke arah timur.

Dari arah barat melaju Elf putih dan Xenia hitam yang ditumpangi petugas mengejar. Di dekat Balai Desa Ngijo, mobil hitam petugas menabrak mobil terduga teroris dan Elf putih menutup pergerakan. Petugas sempat melepas 3 kali tembakan peringatan ke udara untuk mengamankan pelaku.

“Sekarang masih ada petugas bersenjata lengkap di salah satu rumah di Perumahan Green Hils,” tutur Sugianto. Menurut dia, rumah beralamat di Jalan Kamboja 1 nomor 43 Perumahan Green Hils itu telah dipasang police line. Rumah tersebut milik Badri yang kini memilih tinggal di luar kota.

“Rumah dijaga oleh seorang bernama Rudi yang masih warga Ngijo,” ungkap Sugianto.

 

Salah satu Terduga Teroris, pejabat di Dishubkominfo Kabupaten Malang dan Berjualan Gado-gado

Terduga teroris Achmad Ridho Widjaya (ARW) yang diciduk Densus 88 pada Jum’at (19/2/2016) malam, ternyata pejabat di Dishubkominfo Kabupaten Malang.ARW tercatat sebagai warga Perum Griya Permata Alam Blok JM 7 Desa Ngijo Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

“Iya benar, Yang menangkap dari Densus 88, nanti informasi lanjut langsung dari Mabes (Polri, red),” kata Kapolres Malang AKBP Yudo Nugroho Sugianto saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Jumat malam. Informasinya, para teroris yang tertangkap ini berjumlah empat orang. Informasi lain menyebut hanya dua orang yang ditangkap.

Menurut Ketua RT setempat, Widji, polisi datang ke rumah tersebut sekitar pukul 19.30. “Ada banyak orang, puluhan. Semua berpakaian preman mendatangi rumah AR,” ujar Widji. Widji menambahkan ARW bekerja dengan berjualan gado-gado selama dua bulan terakhir. Sebelumnya, kata Widji, ARW bekerja di instansi pemerintahan Kabupaten Malang. “Dulu di Dishub,” katanya.

Informasi yang dihimpun dari TribunNews, Achmad Ridho Widjaya, Jabatannya adalah kepala seksi (kasi) pada bidang Pemadu Moda Transportasi. “Sampai saat ini masih tercatat sebagai kasi. Sebab surat pengunduran dirinya belum ada,” jelas Untung Sudarto, Sekretaris Dishubkominfo Kabupaten Malang.

Namun dirasakan agak berubah setahun terakhir. “Namun belakangan tidak mau sholat bareng-bareng dengan teman-temannya,” cerita Untung Sudarto, Sekretaris Dishubkominfo Kabupaten Malang kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Sabtu (20/2/2016).

Menurut dia, ARW terakhir masuk kerja pada 28 Desember 2015 lalu. Karena lama tidak masuk kerja, Dishub pada awal Februari lalu melakukan pemanggilan pertama.

Tujuannya untuk mengklarifikasikan keberadaan dia mengapa lama tidak masuk kerja. “Memang dari beberapa teman bilang mau mengundurkan diri. Tapi sampai sekarang belum ada surat itu,” kata Untung.

Namun pada pemanggilan pertama ia tidak datang. Sehingga Senin depan (22/2/2016), Dishub akan mengirim surat pemanggilan lagi untuk kedua kalinya. “Namun keburu dibawa Densus 88,” jelas Untung.

Atas penangkapan itu, Untung bilang berasas praduga tak bersalah. Sebab belum tahu kebenarannya.

 

(in)

%d blogger menyukai ini: