Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Memalukan, Aparat Terlibat Narkoba

Memalukan, Aparat Terlibat Narkoba

Sketsanews.com – Darurat narkoba, yang pernah dinyatakan Presiden Joko Widodo melanda Indonesia, ternyata bukan isapan jempol. Kejahatan itu kini menggurita, menggerogoti pilar-pilar bangsa dan negara.

aparatnarkoba-sketsanews

Tertangkapnya sejumlah aparat pertahanan dan keamanan dalam penggeledahan narkoba di Perumah-an Kostrad Tanah Kusir oleh Tim Yonintel Kostrad, Senin (22/2), menjadi bukti sangat empiris mengenai kondisi mencemaskan dan memalukan bangsa itu.

Dalam operasi dan pengembangan pascaoperasi penggeledahan, delapan prajurit Kostrad dilaporkan terlibat. Mereka ialah Serda Z, Serka K, Serma E, Serma S, Sertu AS, Kopka N, Kopka B, dan Pratu A. Dalam pengembangan selanjutnya, enam warga sipil diduga terkait. Ke-enamnya ialah H, O, J, S, S, dan anggota DPR berinisial IH. Ikut ditangkap pula lima polisi, yaitu Briptu E, Aiptu Al, Bripka AB, Aipda W, dan Aiptu A.

Tim Kostrad menyita sabu seberat 8,53 gram, pil ekstasi, 1 bong, 1 airsoft gun dan 5 isian gas, 2 timbangan, uang tunai Rp5.284.000, serta 2 ponsel. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’thi menilai keterlibatan anggota TNI, Polri, dan DPR dalam transaksi dan penggunaan narkoba di Kompleks Kostrad itu merupakan hal memalukan bagi ketiga institusi. Sebagai aparat ataupun pejabat negara, mereka seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.

“Malah sebaliknya, mereka tidak hanya melanggar hukum, tapi juga mencederai lembaga tempat mereka bernaung,” ujar Abdul, kemarin.

Yang lebih parah, para pelaku melanggar hukum di Kompleks Kostrad, sebuah area yang sangat berkaitan de-ngan aparatur negara. “Ini tentu sangat memalukan dan memprihatinkan.”Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid pun menyatakan keprihatinan atas kasus narkoba yang melibatkan para aparat itu. Bagi dia, tak ada alasan untuk tidak menindak tegas mereka.

“Pelanggarannya, meski sama-sama manusia, ini berkali-kali lipat daripada yang kedapatan ialah masyarakat biasa, karena mereka harusnya jadi garda terdepan yang membantu menjaga Indonesia dalam perang melawan narkoba ini,” tegas Meutya.

Semua level
Kabag Humas Badan Narkotika Nasonal (BNN) Kombes Slamet Pribadi membenarkan kejahatan narkoba saat ini memang telah menyasar semua level masyarakat baik dari sisi jabat-an maupun usia. “Memang saat ini penyalah guna menyasar semua level, umur 10 tahun hingga 50 tahun, ada di kota besar-kota besar dan di kampung-kampung tertentu.”Slamet menambahkan, setelah Presiden Jokowi menyatakan Indonesia darurat narkoba, BNN bersama aparat terkait kemudian bergerak masif untuk melawan kejahatan baik di luar maupun di dalam instansi sendiri.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Agus Rianto memastikan Polri akan menindak anggotanya yang terlibat kasus narkoba terkait dengan pengungkapan di Kompleks Kostrad. Hukumannya pun bisa sampai pemecatan atau pemberhentian tidak dengan hormat.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen M Sabrar Fadhilah menegaskan pihaknya tetap concern pada penyelesaian hukum atas insiden itu. “Sekarang masih proses pemeriksaan. Sejauh mana keterlibatannya, kita tunggu hasilnya,” ujar dia, kemarin.

Menurut Sabrar, alasan penyelidikan internal karena TNI-AD berniat melakukan pembenahan agar kelak seluruh prajurit TNI dapat lebih profesional dan tidak tersangkut persoalan hukum. (MI)

%d blogger menyukai ini: