Sketsa News
Home News Ngaku Densus 88 Buat Nipu Janda Klaten

Ngaku Densus 88 Buat Nipu Janda Klaten

Sketsanews.com – “Saya hanya spontan mengaku saja jadi anggota Densus. Enggak menunjukkan identitas diri apa pun. Setelah itu kami kenal baik dan menjalin hubungan,” katanya kepada wartawan dalam gelar perkara di Satreskrim Mapolres Klaten, Kamis (25/2/2016).

DYI (27), seorang pecatan polisi, menipu seorang janda berumur 40 tahun warga Desa Pluneng Kecamatan Kebonarum, Klaten, Jawa Tengah. Pelaku menjanjikan menikahi korban pada Maret nanti dan meminjam uang Rp10 juta.

DYI dan janda inisial M berkenalan pada Desember 2015. Warga Dukuh Bakung, Desa Bakung, Kecamatan Jogonalan tersebut mengaku sebagai anggota Densus 88 Polri.

“Saya hanya spontan mengaku saja jadi anggota Densus. Enggak menunjukkan identitas diri apa pun. Setelah itu kami kenal baik dan menjalin hubungan,” katanya kepada wartawan dalam gelar perkara di Satreskrim Mapolres Klaten, Kamis (25/2/2016).

Lantaran terlilit kebutuhan ekonomi, DYI meminjam uang pada perempuan tersebut secara bertahap. Rata-rata sebesar Rp200ribu-300 ribu dan paling banyak Rp3 juta.

“Kata korban totalnya Rp10 juta. Hanya untuk kebutuhan sehari-hari. Saya janji menikahinya pertengahan Maret nanti,” tutur dia.

DYI mengaku pernah bertugas di Satlantas Polres Gunungkidul selama enam tahun. Namun dirinya dipecat pada 2009 karena tidak masuk kerja 30 hari berturut-turut. Dia juga sempat berkeluarga meski kemudian bercerai pada 2010.

Kasatreskrim Polres Klaten AKP Farial M Ginting mengatakan, penangkapan pelaku bermula dari laporan warga ke Polsek Kebonarum. Pelaku ditangkap saat berada di rumah janda M pada Rabu (24/2/2016).

“Kami langsung ke lapangan lakukan penyelidikan. Pelaku mengaku sebagai anggota polri, tapi saat ditanyai identitasnya berbelit-belit. Hasil pemeriksaan pelaku pernah menjadi anggota polri tapi sudah dipecat,” terang Farial.

Saar menangkap pelaku, polisi menyita barang bukti berupa celana dan kaus yang masih dalam kemasan plastik. Celana dan kaus tersebut diduga dibeli menggunakan uang pinjaman dari sang janda.

Pelaku dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman maksimal empat tahun penjara, Dilansir dari Media SindoNews.

(in)

%d blogger menyukai ini: