Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Terbirit-birit Lari dari Tempat Pemeriksaan

Terbirit-birit Lari dari Tempat Pemeriksaan

Sketsanews.com – Waktu menunjukkan pukul 17.19 WIB, kemarin.

Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Fathan, keluar dari Gedung KPK, Jakarta, dengan menundukkan kepala.

Fathan
Fathan

Ia berjalan cepat menuruni tujuh anak tangga.

Fathan baru saja menjalani pemeriksaan selama 3,5 jam oleh KPK.

Statusnya sebagai saksi kasus suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 2016 yang melibatkan anggota DPR Komisi V Damayanti Wisnu Putranti.

Begitu keluar gedung, para wartawan langsung menghujaninya dengan pertanyaan.

Fathan berupaya menghindar.

Ayah tiga anak yang terpilih menjadi wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Tengah II itu sontak berlari saat wartawan terus mengejarnya meminta keterangan.

Dengan wajah yang semakin pucat pasi, pria yang mengenakan batik lengan pendek berwarna cokelat senada dengan warna celananya itu terus berlari menyeberangi empat ruas jalan yang padat oleh kendaraan.

Tidak sedikit pengguna jalan yang menekan klakson karena merasa terganggu.

Tubuhnya yang tambun membuat Fathan tidak bisa menahan lelah.

Sesampainya di depan Wisma Bakrie 2, gedung yang berhadapan dengan gedung komisi antirasywah, Fathan berhenti.

Ia membungkukkan badan dengan napas tersengal-sengal. Keringatnya bercucuran.

“Sebentar, sebentar,” ujarnya sambil menghela napas panjang.

Namun, Fathan tetap tidak mau mengungkapkan isi pemeriksaan dirinya kepada wartawan.

Kembali, ia berjalan bergegas, berusaha meninggalkan 20-an awak media yang terus saja mengejarnya.

Wajahnya tampak ketakutan.

Hingga akhirnya ia berhasil mendapatkan kesempatan menyetop taksi.

Sebuah taksi putih yang dihadangnya langsung berhenti.

Fathan membuka pintu sebelah kiri belakang dan berlalu.

Hari itu, KPK tidak hanya memeriksa Fathan dalam kasus yang sama.

Dua kolega Fathan yang berasal dari komisi dan partai yang sama, Alamuddin Dimyati Rois dan Mohammad Toha, juga ikut dipanggil.

Setali tiga uang, Dimyati dan Toha buru-buru kabur seusai diperiksa KPK.

Entah apa yang membuat mereka takut jika memang tidak merasa bersalah.

Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, suap Damayanti yang diperoleh dari Abdul Khoir, Direktur PT Windhu Tunggal Utama, diduga mengalir ke sejumlah anggota Komisi V DPR, termasuk dari Fraksi PKB.

Suap senilai sekitar Rp10 miliar itu untuk memenangkan tender proyek infrastruktur di lebih dari 20 cluster di Maluku dan Maluku Utara. (MI)

%d blogger menyukai ini: