Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Internasional, News, Tekno-Sains Ini Kekuatan Enkripsi Data Apple iOS

Ini Kekuatan Enkripsi Data Apple iOS

Sketsanews.com – Apple tengah menghadapi perdebatan dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) mengenai kasus enkripsi iPhone milik pelaku penembakan di San Bernardino. Apple sendiri dikenal memiliki enkripsi kuat dalam sistem operasinya. Namun, seberapa kuat enkripsi tersebut dalam melindungi data pengguna?

Dilaporkan oleh okezone.com, Sabtu (27/2/2016), Apple menjelaskan bahwa keamanan perangkat merupakan hal penting yang diperhatikan mereka. “iOS memiliki enkripsi tambahan dan fitur perlindungan data untuk melindungi data pengguna, bahkan dalam kasus infrastruktur keamanan lainnya telah dikompromikan (misalnya pada perangkat dengan modifikasi yang tidak sah),” demikian terang pihak Apple.

Ini Kekuatan Enkripsi Apple iOS
Ini Kekuatan Enkripsi Apple iOS

Setiap perangkat iOS memiliki mesin kripto AES 256 yang dibangun ke jalur DMA antara flash storage dan memori sistem utama yang membuat enkripsi file yang sangat efisien. Perangkat memiliki ID unik (UID) dan grup ID (GID) di prosesor dan Secure Enclave selama masa pembuatan di pabrik. Inilah yang membuat software atau perusahaan mana pun sulit membaca data di gadget Apple sulit dibaca secara langsung dan hanya bisa dibaca melalui mesin AES.

Selain itu, Apple juga memiliki sistem penghapusan untuk mengamankan data. Mereka memiliki sistem bernama Effaceable Storage yang dapat mengakses langsung penyimpanan dan menghapus blokade.

Selain fitur enkripsi hardware yang dibangun di dalam perangkat iOS, Apple menggunakan teknologi yang disebut Perlindungan Data untuk lebih melindungi data yang tersimpan dalam memori flash pada perangkat. Perlindungan data memungkinkan perangkat untuk menanggapi peristiwa umum seperti yang masuk panggilan telefon, tetapi juga memungkinkan enkripsi tingkat tinggi untuk data pengguna.

“Kunci aplikasi sistem, seperti messages, mail, kalender, kontak, foto, dan nilai data kesehatan menggunakan data protection secara default, dan aplikasi pihak ketiga yang di-install pada iOS 7 atau lebih baru yang juga menerima  perlindungan ini secara otomatis. Perlindungan data diimplementasikan dengan membangun dan mengelola kunci secara hierarki, dan dibangun di atas teknologi enkripsi hardware yang dibangun di setiap perangkat iOS. Perlindungan data dikendalikan pada basis per file dengan menetapkan setiap file ke kelas; aksesibilitas ditentukan oleh apakah kunci kelas telah dibuka,” terang pihak Apple.

Dengan mengaktifkan passcode, pengguna secara lansgung mengaktifkan perlindungan data. Sulitnya menembus passcode Apple diperkirakan membutuhkan 5,5 tahun karena enam karakter alfanumerik yang menjadi passcode. Ini akan menjadi lebih kuat jika perangkat pengguna didukung Touch ID.

Guna menjamin keamanan data di dalam perangkat, perangkat Apple juga memiliki setingan menghapus otomatis. Sebanyak 10 kali salah memasukkan passcode, seluruh data akan terhapus selamanya oleh fitur Erase Data. Inilah yang membuat FBI meminta Apple membuat software khusus untuk membuka iPhone 5c milik pelaku penembakan yakni Syed Rizwan Farook. (An)

%d blogger menyukai ini: