Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Jurus Kemenaker Tingkatkan Kualitas TKI dalam Hadapi MEA

Jurus Kemenaker Tingkatkan Kualitas TKI dalam Hadapi MEA

Sketsanews.com – Sejak awal tahun 2016, Indonesia telah memasuki era pasar bebas ASEAN atau yang disebut sebagai program Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Berbagai persiapan pun telah dilakukan oleh pemerintah untuk meminimalisir dampak negatif dari program yang telah direncanakan sejak tahun 1997 lalu.

Setelah dua bulan MEA berjalan, pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) masih melakukan berbagai persiapan agar tenaga kerja Indonesia tak kalah saing di pasar bebas ASEAN. Sebab, dengan dibukanya delapan sektor awal bagi arus tenaga kerja asing, Indonesia harus mampu bersaing dalam berbagai bidang seperti pada bidang pengobatan atau dokter, perawat, arsitektur, tenaga ahli, dokter gigi, akuntan, tenaga survei, hingga sektor pariwisata.

Sumber foto: radaronline.co.id
Sumber foto: radaronline.co.id

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja Khairul Anwar mengungkapkan, saat ini pemerintah telah memiliki program khusus untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna menghadapi persaingan MEA. Program tersebut adalah pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang akan menyasar tenaga kerja sektor formal dan non formal.

“Yang kita lakukan adalah bagaimana mengoptimalisasi balai-balai latihan itu. Angkanya gini loh, 279 sekarang BLK (balai latihan khusus). Terus dari kementrian teknis terkait ada sekitar 70-an balai latihan, itu milik pemerintah. Jadi ada sekitar 340-an,” jelas Khairul saat berbincang dengan Okezone di Selasar Samator UGM, Jakarta.

Kemenaker juga akan menggandeng pihak swasta dalam memberikan pelatihan tenaga kerja. Pelatihan ini nantinya akan diberikan melalui balai latihan tenaga kerja yang dimiliki oleh pihak swasta.

Menurut Khairul, saat ini pihak swasta telah dapat diandalkan dalam memberikan pelatihan tenaga kerja. Hal ini terlihat dari menjamurnya lembaga pusat pelatihan milik swasta di berbagai daerah di Indonesia.

“Lembaga pusat pelatihan swasta itu ada 8.000, itu yang mau kita garap sama-sama bagaimana mengoptimalkan,” tuturnya.

Namun, Khairul melanjutkan, saat ini Kemenaker masih mengalami kendala fasilitas penunjang dalam pelatihan tenaga kerja. Sebab, dalam melakukan pelatihan pemerintah masih kekurangan berbagai fasilitas khusus yang dibutuhkan bagi tenaga kerja pada sektor tertentu.

“Ini belum efektif. Kenapa? karena kemampuan bagaimana mengoperasionalkan itu. Kan kalau pelatihan keterampilan itu kan butuh alat-alat yang lengkap sesuai kebutuhan program itu,” keluhnya.

Kini, Kemenaker telah menggandeng Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk menyelenggarakan program pelatihan dan sertifikasi kompetensi tenaga kerja. Dengan adanya sinergisitas ini, tenaga kerja di Indonesia diharapkan dapat berkembang dan memenangkan persaingan dalam pasar bebas ASEAN. (An)

%d blogger menyukai ini: