Sketsa News
Home News Pemilu di Indonesia Masih Kuno

Pemilu di Indonesia Masih Kuno

kuno049272900_1426138662-jk_6

Sketsanews.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara Bawaslu Award 2016 di Balai Sarbini, Jakarta. Ia mengapresiasi tiap pihak yang sudah berjuang dan membantu penyelenggaraan pemilu berjalan dengan baik.

Melansir liputan6.com, JK mengatakan, “Saya ingin mengucapkan selamat dan terima kasih pada Anda semua, karena Anda sebagai bagian penyelenggara pemilu telah menjalankan tugas sebaik-baiknya sehingga pemilu, pilkada berjalan dengan baik dan aman,” ujarnya di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (29/2/2016).

JK menuturkan, Indonesia sempat menjadi negara dengan pemilu terbanyak di dunia. Secara rata-rata per tahunnya ada 100 pemilu. Namun, hal itu sudah diminimalisir dengan penyelenggaraan secara serentak. “Hanya dengan demokrasi yang baik, pemilu yang baik, dapat melahirkan pemerintahan yang baik,” tuturnya.

Satu hal yang masih menjadi catatan penting JK soal pemilu adalah penyelenggaraannya yang masih kuno. “Tinggal 2 negara, salah satunya di Indonesia yang pemilunya kuno yakni pakai paku, dicoblos. Dulu saya sempat ubah yakni pakai pulpen lebih berbudaya sedikit. Tolong dipertimbangkan lagi pakai pulpen supaya lebih berbudaya. Buta huruf kan bisa diajar, intinya lebih,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, JK memberikan penghargaan Bawaslu Award 2016 kepada beberapa penerima. Berikut daftarnya:

1. Sulawesi Tengah: Kategori Pemprov yang mengakomodasi anggaran pengawasan pilkada terbaik.

2. Belitung Timur: Kategori Kabupaten yang memfasilitasi anggaran pengawasan pilkada terbaik.

3. Cilegon: Kategori Pemkot yang memfasilitasi anggaran pengawasan pilkada terbaik.

4. Purbalingga: Kategori pengawas pemilihan kecamatan terbaik

5. Kelurahan Tanjung Ungga, Bukit Bestari, Kepulauan Riau: Kategori pengawas pemilihan lapangan terbaik.

6. TPS 14 Ranai Kota, Kepulauan Riau: Kategori pengawas TPS pilkada terbaik. Penghargaan kategori ini diberikan pada Desy Ratnasari. (Su)

%d blogger menyukai ini: