Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Sniper Perempuan Polda Aceh yang Tergabung dalam Tim Teror Pengamanan Presiden

Sniper Perempuan Polda Aceh yang Tergabung dalam Tim Teror Pengamanan Presiden

Sketsanews.com – Usianya masih 23 tahun. Lahir di Aceh Besar, Nanggroe Aceh.

Tapi siapa menyangka, di usia yang masih terhitung muda, sudah menjadi pasukan elit Satuan Gegana Brimob Kepolisian Daerah Nanggroe Aceh.

nina-6

Tribratanews menulis, tak tanggung-tanggung, dara asli Serambi Mekkah ini ditunjuk sebagai tim pengamanan Pilkada Gubernur Aceh pada tahun 2014.

Siapa namanya? Nina Oktoviana.

Ia resmi menjadi anggota Polri sejak tahun 2013. Kini ia berpangkat Brigadir Polisi Dua.

Dalam perjalanannnya sebagai Polwan, Bripda Nina langsung diangkat menjadi anggota pasukan elit Satuan Gegana oleh Kepala Satuan Brimob Polda Aceh, Komisaris Besar Polisi Norman Widjajadi SIK karena ketangkasan dan kemampuan yang dimilikinya yakni, ahli menembak.

nina-1

Menjadi pasukan elit, merupakan kenyataan yang tak penah dibayangkan. ia pun mengakui tidak pernah bercita-cita sebagai anggota Brimob.

“Untuk jadi Polisi Wanita memang cita-cita dari kecil, tapi bergabung dengan pasukan elit Satuan Gegana tidak pernah saya bayangkan,” ungkapnya saat berbincang bersama tribratanews.com, Senin (29-02-2016).

nina-2 nina-4

Sejak menjadi pasukan elit, ia ditunjuk melakukan pengamanan kegiatan kenegaraan. Selain pengamanan Pemilihan Gubernur Aceh, perempuan yang mahir menggunakan senjata laras panjang jenis SPR buatan Pindad ini juga pernah ditugaskan untuk bergabung sebagai tim teror dalam pengamanan Presiden RI.

Penunjukan Bripda Nina Oktoviani mengemban tugas berat itu bukan tanpa alasan. Lulusan Sepolwan 2013 ini bisa membidik dan tepat sasaran pada jarak 300 meter.

“Sebelumnya saya tidak tahu bakal jadi Brimob. Jelas, untuk menjadi anggota Brimob tidak sembarangan karena harus lulus tes demi tes,” paparnya.

Meski sudah dinyatakan sebagai penebak jitu atau Sniper, ia tak mau jumawa. Tetap belajar, merupakan motto yang ia pegang sejak dulu sampai sekarang.

“Saya masih ingin tetap belajar, bahkan kalau diizinkan oleh pimpinan ingin mencoba untuk menjadi penerjun payung,” katanya.

Mulanya, ia merupakan Polwan Satu-satunya yang mampu bergabung menjadi pasukan elit. Kini, ia ditemani juniornya, Bripda Fransisca. Ia pun berniat ingin menularkan bakat yang dimiliki kepada sang junior.

“Meski bisa menembak tapi bukan untuk membunuh, tapi kalau sudah membahayakan bisa dilumpuhkan,” ujarnya. *

%d blogger menyukai ini: