Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Untung Nggak Tawuran, Ngeri Lihat Senjatanya

Untung Nggak Tawuran, Ngeri Lihat Senjatanya

Sketsanews.com – “Senjata api rakitan yang digunakan warga di kedua kelurahan selama terjadinya bentrokan, menggunakan bahan kimia Cairan Spiritus, sebagai pemicu ledakan, sehingga peluru kelereng dapat terlontar cukup keras, jika kena sasaran bisa menyebabkan kematian,” ujar Kapolres Mataram, AKBP Heri Prihanto.

Warga Monjok dan Taliwang Sepakat Damai | Foto via RRI ‏@RRI

Sebanyak 80 pucuk senjata rakitan berbagai jenis, empat tombak kayu, 62 Katapel, 2 busur, 564 anak panah, dua plastik kelerang, satu bilah kapak besar, dan 8 buah anak panah, Jumat (4/3/216) pagi diserahkan secara sukarela oleh masyarakat Monjok Culik dan Taliwang yang selama ini bertikai.

Penyerahan secara sukarela berbagai jenis senjata api rakitan maupun senjata tajam dilakukan warga masyarakat di dua Kelurahan Monjok – Taliwang kepada pihak Kepolisian Polres Mataram, menandai adanya kesepakatan damai, dari kedua belah pihak untuk mengahiri konflik yang terjadi selama ini.

Tekad untuk Berdamai dari warga di kedua Kelurahan yang bertetangga itu, tidak saja dilakukan dalam bentuk penyerahkan puluhan Senjata Rakitan beserta beserta ratusan peluru dan anak panah serta berbagai macam senjata tajam, juga disertai kesediaan Penandatangan Surat Kesepakatan Damai yang isinya kedua belah pihak tidak akan saling serang lagi dan tidak mudah terprovokasi yang menyebabkan kembali terjadinya bentrokan.

Kapolres Mataram, AKBP Heri Prihanto dalam keterangan pers di depan Mapolres Mataram, memperlihatkan puluhan senjata api rakitan berikut bersama sejumlah peluru kelereng dan ratusan anak panah.

“Senjata api rakitan yang digunakan warga di kedua kelurahan selama terjadinya bentrokan, menggunakan bahan kimia Cairan Spiritus, sebagai pemicu ledakan, sehingga peluru kelereng dapat terlontar cukup keras, jika kena sasaran bisa menyebabkan kematian,” ujar Kapolres.

Sementara, busur, anak panah dan tombak diduga kuat menggunakan racun yang juga bisa menyebabkan kematian.

Pasca penyerahan senjata rakitan dan senjata tajam oleh masyarakat sejak Jumat pagi hingga sore hari ini, situasi di lokasi perbatasan antara Kelurahan Monjok Culik dengan Taliwang relatif kondusif, meski situasi masih dalam pemantauan secara intens oleh aparat kepolisian.

“Situasi relatif kondusif, semua tokoh masyarakat, tokoh agama dan para pemuda menghendaki perdamaian, inilah bukti wujudnya mereka menyerahkan semua senjata api rakitan, maupun senjata tajam yang selama ini di jadikan untuk saling serang,” tegas Heri Prihanto.

Puluhan barang bukti senjata rakitan dari berbagai jenis, senjata tajam, tombak dan anak panah serta busur, tombak dan kapak yang diserahkan secara sukarela tersebut, kini diamankan di Mapolres Mataram.

Aparat Kepolisian bersama pemerintah Kota Mataram akan terus memantau dan memberikan perhatian penuh kepada masyarakat di kedua kelurahan, Monjok Culik dan Taliwang, terkait dengan langkah-langkah upaya perdamaian yang di tempuh saat ini, dengan harapan perdamaian yang digagas bersama-sama ini dapat dipegang teguh sehingga tidak terjadi lagi yang menyebabkan kerugian di kedua belah pihak. (ZA/HF/RRI)

(in)

%d blogger menyukai ini: