Sketsa News
Home News Brimob Bekasi Tembak Mati Isterinya yang Hamil 5 Bulan

Brimob Bekasi Tembak Mati Isterinya yang Hamil 5 Bulan

Sketsanews.com – Ani Fitriani (26) ditembak di bagian kepala oleh suaminya sendiri, Brigadir ACK (28) anggota Satuan Detasemen D Brigade Mobile (Brimob), Sabtu (12/3/2016) pukul 02.00. Keduanya merupakan sepasang suami isteri warga Gang Tower III RT 01/02 Kampung Tegaldanas, Desa Hegarmukti, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi

Kronologis Penembakan

Berdasar data yang dihimpun dari media Tribun, Peristiwa penembakan itu terjadi di rumah Brigadir A di Kampung Tegaldanas Tower Desa Hegarmukti Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi.

Sebelum aksi penembakan itu terjadi, ACK izin keluar rumah hendak bekerja di daerah Bekasi pada Jumat (11/3) pukul 23.00 WIB,
Namun setibanya di rumah pada Sabtu (12/3) pukul 01.00, terdengar keributan dan berujung pada penembakan.

Ani tewas saat tengah mengandung anak ketiga yang berusia lima bulan. Anak pertama dan keduanya berjenis kelamin laki-laki dengan memiliki nama Tyo Maulana Sandika (6) dan Fajar Maulana (2,5).

Brigadir ACK saat ini masih kritis setelah dia melakukan upaya bunuh diri dengan menembak bagian lehernya.

Proses pemakaman Ani dikawal ketat oleh anggota Brimob Polda Metro Jaya dan kepolisian setempat.

Berdasar liputan dari media pikiran-rakyat, Sebelumnya, Jumat 11 Maret 2016 sekitar pukul 7 malam, ACK beserta keluarga menggelar acara syukuran karena sang anak baru saja dikhitan pada siang hari. Kemudian sekitar pukul 1.45, sang anak menangis minta dibuatkan susu. Saat Ani membuat susu, ACK tiba-tiba menghampiri lalu menembakan senjata apinya sebanyak dua kali.

Tidak berselang lama, ACK kemudian mencoba bunuh diri dengan menembakan pistolnya ke leher. Namun, peluru menyerempet leher hingga ACK terjatuh membentur lantai.

“Telungkup berlumuran darah. (ACK) terlentang berlumuran darah juga. Di samping kanan kepala Ani ada senjata api. Langsung mengamankan senjata api ke atas meja, terus lapor,” kata Dayat Hidayat, orangtua korban.

(in)

  • asep awaluddin

    Wah… penulis gimana sih, nama pelaku pakai initial. Tapi nama korban dan anaknya disebutkan dengan jelas, kasihan dong… Itu bisa jadi beban psikologis untuk kelurga korban dan anak2nya

%d blogger menyukai ini: