Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Komnas HAM Investigasi Kematian Siyono Usai Ditangkap Densus 88

Komnas HAM Investigasi Kematian Siyono Usai Ditangkap Densus 88

Sketsanews.com – Mabes Polri menyebut tewasnya Siyono (39) usai ditangkap Densus 88 karena kelelahan, usai berkelahi karena tiba-tiba melawan Densus 88 saat dalam pengembangan kasus. Namun kasus kematian itu membuat Komnas HAM turun tangan melakukan investigasi.

Komisioner Komnas HAM, Manager Nasution
Komisioner Komnas HAM, Manager Nasution

“Secepatnya Komnas HAM akan menginvestigasi kasus tersebut,” ucap komisioner Komnas HAM Manager Nasution kepada wartawan, Minggu (13/3/2016).

Manager mendesak kepolisian transparan dan mengklarifikasi secara jelas soal penyebab kematian Siyono yang ditangkap pada Rabu (9/3) lalu. Komnas HAM menolak tindakan kekerasan yang dilakukan aparat kepada warga negara.

“Siapapun yang mencintai kemanusiaan tentu tidak bersetuju dengan tindakan kekerasan, apalagi terorisme yang dilakukan oleh siapapun dengan dalih apapun, karena itu bertentangan dengan HAM yang adil dan beradab. Hanya cara pencegahan dan penidakannya tentu tidak boleh dengan cara yang tidak manusiawi, tidak adil dan tidak beradab,” tegasnya.

Menurut Manager, jika benar ada indikasi penganiyaan terhadap Siyono, maka hal itu sudah melampaui batas kewarasan nalar kemanusiaan. DPR RI sebaiknya mempertimbangkan kembali kenaikan anggaran BNPT dan Densus 88.

“Dengan pendanaan seperti sekarang saja, kinerjanya sedemikian mengecewakan, apalagi kalau ditambah? DPR RI patut hati-hati dengan rencana revisi UU Pemberantasan Terorisme. Dengan UU yang ada sekarang saja perlakuannya sudah sedemikian keterlaluan, apalagi kalau kewenangannya diperkuat?” kritik Manager.

“Masyarakat sungguh sudah memahami peristiwa yang sebenarnya. Kepolisian/BNPT/Densus88 harus dievaluasi soal pencegahan dan penindakan terorisme,” tegas tokoh muda Muhammadiyah itu.

Sebelumnya, Karo Penmas Polri Brigjen Agus Rianto membenarkan Siyono ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Siyono tewas saat Densus 88 sedang dalam pengembangan kasus untuk tersangka T alias W.

“Setelah sekitar 2 jam melakukan pencarian (rumah yang dicari Densus 88), akhirnya anggota membawa tersangka kembali. Namun di perjalanan tersangka melakukan perlawanan terhadap anggota dan menyerang anggota yang mengawal dan akhirnya terjadi perkelahian di dalam mobil,” paparnya.

Setelah situasi dapat dikendalikan, Agus menuturkan, Siyono kelelahan dan lemas. Anggota Densus 88 lalu membawnya ke RS Bhayangkara Yogyakarta untuk dilakukan pemeriksaan medis.

“Ternyata nyawa tersangka tidak dapat ditolong dan meninggal dunia di rumah sakit. Selanjutnya jenazah dibawa ke Rs Polri Kramatjati, Jakarta,” ucap Agus. (detik)

%d blogger menyukai ini: