Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Eka Gumilar : Ruh Bangsa Ini Dibunuh Oleh Rezim Jokowi

Eka Gumilar : Ruh Bangsa Ini Dibunuh Oleh Rezim Jokowi

Sketsanews.com – Minggu 13 Maret, berlangsung acara  ‘Unhas Intellectual Forum’ di kampus Unhas Makassar Tentang ketahanan Energy. Selain dihadiri oleh Civitas Akademi Universitas Hassanuddin, hadir pula aktivis Jakarta,  Eka Gumilar, yang diundang langsung oleh Guru besar Unhas. Prof. Dr. Muhamad Asdar.

eka-640x426

Selesai acara tersebut, BataraNews berkesempatan mewawancarai langsung Eka Gumilar selaku aktivitis yang cukup vokal dalam menyuarakan kritik kepada pemerintahan Jokowi. Eka Gumilar  mengatakan bahwa rezim yang hanya mau langsung enak,dan tidak menjaga kedaulatan Bangsa layak disebut rezim kampret.

Eka Gumilar juga mengatakan, penduduk dunia akan menjadi 11.6 Milyar ditahun 2039. Itu artinya, negara besar super power akan mencari negara penghasil energy dan akan berusaha mencengkram dengan mengunakan proxy untuk bisa menguras kekayaan alamnya.

“Kita seperti sedang pasrah menonton Indonesia dicacah, dimutilasi, dipecah pecah kekuatannya, disedot kekayaannya, menjadi bancakan para kurawa,tapi kita semua tak bisa apa apa” Tegas Eka.

“Lihat saja….Bumi sudah disewa para pemodal asing dengan waktu sewa melebihi usia manusia. Isi perutnya dikuras, lalu airpun kita terbiasa membeli kepada perusahaan asing..lihat merk air meneral,semua kepemilikan saham asing,lalu gasnya dihirup, dan Emas,tambang semua dibawa keluar negeri.”Puluhan bahkan ratusan juta Rakyat kita tetap saja dalam kemiskinan ”

Eka Gumilar juga mengingatkan,apakah kita jika menjadi tuan rumah akan diam saja,ketika tamu mulai masuk rumah kita,kamar kita dan menguasai dapur kita,bahkan mulai berani mengatur kapan kita boleh tidur,boleh mandi,dan boleh istirahat?”Seperti itulah wajah kita anak bangsa pemilik Negeri ini.

Bahaya asing dan Proxynya sudah lampu kuning,seharusnuya semua pemuda bersatu,membuat sumpah pemuda jilid 2,yang didalamnya menyatuhkan dan menghidupkan kembali ruh Bangsa ini yg tengah dibunuh oleh para proxy asing dan centeng pemodal,dan menolak segala intervensi asing.

Eka Gumilar juga mengingatkan, Indonesia itu dulu terkenal bangsa nekad,coba saja lihat,bagaimana dengan peralatan perang seadanya,bambu runcing,mahasiswa dan rakyat bersatu melawan Ingris di surabaya,dan bisa memenangkan perang dari negara pemenang perang dunia ke dua, luar biasa bukan?kenapa kita menjadi Bangsa pecundang sekarang…?

Soekarno pernah mengingatkan jangan kita menjadi Bangsa kuli,dan menjadi kuli diantara Bangsa bangsa. Harusnya kita malu jika kita hanya bisa mengekspor kuli dan Pembantu terbesar didunia, sementara kita negara kaya,seluruh alam dan kekayaan didalamnya mampu mensejahterakan rakyatnya.Ini semua karena ulah para pejabat kampret,yang bernafsu menjual semua potensi kepada asing dan sama sekali tidak memikirkan kedaulatan Bangsanya. *

%d blogger menyukai ini: