Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Ternyata Siyono Pentolan Teroris Jaringan Neo JI

Ternyata Siyono Pentolan Teroris Jaringan Neo JI

Sketsanews.com – Mabes Polri menyayangkan tewasnya terduga teroris Siyono. Sebab, keterangan dia masih dibutuhkan untuk pengembangan penanganan kasus terorisme.

Ilustrasi
Ilustrasi

“Kedudukan SY strategis, sama dengan panglima perannya. Sangat berbahaya. Afliasi ke Al Qaeda,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan, dalam konferensi pers di Gedung Humas Polri, Jakarta, Senin (14/3), sebagaimana dikutip dari rmol.

Dia menjelaskan, belum ada keterkaitan SY dengan bom Thamrin atau juga belum ada kaitan dengan Santoso. Polisi memastikan, dia merupakan teroris dari kelompok Neo Jamaah Islamiyah (Neo JI). Hal itu berdasarkan dari pengembangan tersangka AW.

“Bahwa AW diperintah SY (Siyono) untuk melakukan gerakan. Kelompok SY tahun 2014 pernah ditangkap 9 orang. Tahun 2015 ditangkap 4 orang,” terang Anton.

Lanjut dia, dari keterangan AW, dia diperintahkan SY menyerahkan senjata api 2 pucuk, 400 butir peluru dan beberapa granat. Kenapa harus diserahkan ke SY, sebab yang bersangkutan sebagai panglima investigasi yang membawahi bidang rekrutmen.

Saat peristiwa terjadi, Anggota Densus pun membawa SY menggunakan mobil untuk pengembangan atau mencari senjata-senjata yang dimaksud. Mobil bergerak dari Klaten menuju wilayah Prambanan, Jawa Tengah. Di dalam mobil itu, SY duduk di jok sebelah kiri, anggota Densus di sebelah kanan dan sopir.

“SY ditutup matanya, awalnya dia kooperatif. Tapi ketika sampai di suatu tempat, dia tidak mau menunjukkan (lokasi),” papar jenderal bintang dua itu.

Siyono kemudian meminta kepada anggota untuk membuka borgol dan penutup mata, baru bersedia menunjukkan lokasi tersebut. Siyono langsung melayangkan pukulan kepada anggota saat borgol dan penutup mata dibuka.

“Sehingga terjadi perkelahian itu, SY terbentur kepalanya, pingsan,” kata Anton.

SY kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Yogyakarta, namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia. “SY perakit pembuat senjata, punya keahlian khusus. Kelompok ini adalah kelompok JI, betul teroris. Bagaimana jika saat itu polisi kalah. Memang saat itu terjadi perkelahian. Perkelahian satu lawan satu, karena satu sopir,” ujarnya.

“Masyarakat jangan terprovokasi. Yang meninggal itu adalah benar-benar pentolan teroris. Tidak ada tembakan. Satu lawan satu. Yang pertama dipukul adalah anggota kami,” pungkasnya. *

%d blogger menyukai ini: