Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Polri: Kematian Siyono Tanpa Sengaja dan Tidak Melanggar HAM

Polri: Kematian Siyono Tanpa Sengaja dan Tidak Melanggar HAM

Sketsanews.com – Kematian Siyono (39), warga Dusun Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten yang tewas saat ditangkap pasukan Densus 88 jelas menyisakan banyak pertanyaan. Penyebab kematian korban dianggap perlu segera diusut.

Banyak elemen masyarakat yang mempertanyakan penyebab kematian Siyono, termasuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Anton Charliyan
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Anton Charliyan
Dikonfirmasi hal ini, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Anton Charliyan mengatakan Siyono tewas setelah melakukan perlawanan dan berkelahi dengan anggota Densus 88 Antiteror, jadi tidak ada sangkut pautnya dengan pelanggaran HAM.
“Kan polisi yang pertama dipukul oleh Siyono. Lalu terjadi perkelahian. Kemudian Siyono kepalanya terbentur dan pingsan,” ujar Anton di Mabes Polri Jakarta, Rabu (16/3) dikutip dari suara-islam.
Jadi, kata Anton, tidak ada dugaan pelanggaran HAM dalam tewasnya Siyono. “Tidak ada pelanggaran HAM, itu menurut kami,” jelasnya.
Menurutnya, untuk mengungkap kematian Siyono ada tim yang melakukan pemeriksaan terhadap anggota Densus 88 yang berkelahi dengan Siyono. Pemeriksaan juga termasuk oleh Komnas HAM. “Ini tanpa sengaja (kematian), tapi ada tim yang periksa,” tutupnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi rumah korban saat pengembalian jenazah, Densus 88 sempat menghalangi keluarga untuk melihat jasad Siyono. Namun, upaya tersebut akhirnya gagal. Dengan desakan yang kuat dari keluarga dan warga sekitar, akhirnya jenazah Siyono bisa dilihat saat diganti kain kafannya.
“Densus 88 mengintimidasi keluarga korban agar ikut arahan mereka supaya langsung menguburkan korban sesaat begitu sampai rumah duka tanpa mengijinkan untuk melihat kondisi korban apalagi autopsi,” ujar Aziz Yanuar, tim Pusat HAM Islam Indonesia (Pushami) mengabarkan kepada Suara Islam Online dari rumah korban di Klaten, Ahad (13/3).
Setelah bersitegang, akhirnya pihak keluarga hanya bisa mengganti kain kafannya. Saat itulah, terlihat jelas bagaimana kondisi jasad Siyono.
“Terdapat luka lebam dan memar di sekujur wajah dan tubuhnya, hidung patah, muka pelipis kiri memar, jari kaki ada yang hampir putus, hidung dan mulut memar lebam dan kaki pergelangan memar semua,” ungkapnya. (An)
%d blogger menyukai ini: