Sketsa News
Home News Pencuri Gaptek Terlancak karena Aplikasi iPhone Tak Dimatikan

Pencuri Gaptek Terlancak karena Aplikasi iPhone Tak Dimatikan

Sketsanews.com – “Keberadaan dia terlacak melalui salah satu ponsel yang memiliki aplikasi di ponsel itu. Dia ketahuan di warung kopi di Jalan Mega Mendung Kelurahan Pisang Candi (Kecamatan Sukun),” ujar Kanitreskrim Polsek Sukun Iptu Gunarsono, Rabu (16/3/2016).

Beralasan ingin membuat cincin bermata batu akik, Ferdiyansah (27) warga Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang mencuri di sebuah rumah kos.

Dari rumah kos di alamat Jalan Raya Candi II Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun itu, Ferdi mendapatkan enam unit ponsel dan sebuah dompet berisi uang Rp 100.000. Keenam ponsel itu milik empat orang penghuni rumah kos itu.

Ponsel yang dicuri termasuk kategori smartphone yang harganya rata-rata lebih dari Rp 1,5 juta per unit. Ponsel itu antara Samsung, iPhone, dan Lenovo. Pencurian itu terjadi, Jumat (11/3/2016).

Polisi berhasil menangkap Ferdi setelah melacak keberadaan ponsel melalui aplikasi yang terpasang di ponsel tersebut. Pelacakan dilakukan melalui aplikasi yang masih aktif di ponsel iPhone milik salah satu korban yang bernama, M Nur Sabililah (19).

“Keberadaan dia terlacak melalui salah satu ponsel yang memiliki aplikasi di ponsel itu. Dia ketahuan di warung kopi di Jalan Mega Mendung Kelurahan Pisang Candi (Kecamatan Sukun),” ujar Kanitreskrim Polsek Sukun Iptu Gunarsono, Rabu (16/3/2016), dilansir dari SuryaMalang.

Laki-laki yang bekerja di sebuah perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) di Kota Malang itu rupanya tidak mengetahui jika ada aplikasi pelacakan di ponsel tersebut. Karenanya ia anteng saja sambil ngopi.

Ia ngopi, makan, juga membeli rokok dari dompet milik korban, M Aji Santoso (20). Di dompet itu ada uang Rp 100.000, dan dihabiskan oleh Ferdi untuk makan dan ngopi.

Dua korban lain yang juga kehilangan ponsel adalah M Suryo dan Aditya Putra Yuda (20). Empat orang yang menjadi korban pencurian semuanya mahasiswa. Mereka sedang menunaikan salat Jumat ketika maling beraksi di rumah kos tersebut.

Para mahasiswa itu tidak mengunci pintu kamar, dan hanya menutupnya. Ferdi yang mengendarai sepeda motor, secara santai masuk rumah setelah beberapa saat mengintainya. Ia memasukkan barang hasil curian di sebuah tas kulit kecil.

Ferdi mengaku baru pertama kali ini mencuri. “Mau buat akik,” ujarnya singkat ketika ditanya kenapa mencuri.

Akibat perbuatannya, Ferdi dijerat memakai Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

(in)

%d blogger menyukai ini: