Sketsa News
Home News Anak Polisi Sragen diduga dibunuh di Ngaglik, Sleman

Anak Polisi Sragen diduga dibunuh di Ngaglik, Sleman

Sketsanews.com – Dugaan itu muncul karena, kondisi TKP kamar korban yang berantakan. Selain itu, muka korban tertutup bantal. Tak hanya itu, bagian muka juga terlilit kain dengan posisi tersimpul. “Korban mengeluarkan cairan dubur tinja dan dalam kondisi seperti menggigit,” tegasnya.

Putri salah satu anggota Polisi yang bertugas di Sragen ditemukan tewas di kontrakannya Dusun Jaban RT01/RW25 Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Selasa (15/3) malam. Kepolisian mencurigai adanya unsur dugaan pembunuhan atas kasus tersebut. Korban diketahui bernama Yuanita Trika Sari, 26, warga Plumbungan Indah 248 RT33/RW08 Plumbungan, Karangmalang, Sragen, Jawa Tengah.

Informasi yang dihimpun Harian Jogja di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) korban ditemukan tewas sekitar pukul 22.00 WIB. Posisi korban telentang tak beraturan di atas tempat tidur. Adapun tempat tidur korban sejenis kasur yang langsung diletakkan di lantai dengan dibungkus sprei bermotif warna krem, hijau, biru dan ungu. Saat ditemukan tubuh korban mengenakan celana panjang warna kuning dan kaos putih bermotif hitam.

Anehnya wajah korban tertutup bantal warna ungu dan tubuh bagian paha juga tertutupi guling warna hijau. Selain itu sekitar tempat tidur juga berserakan seperti kipas angin kecil yang roboh, ponsel yang berada di kaki korban serta benda lain yang berjatuhan.

Panit Reskrim Polsek Ngaglik Iptu Yulianto menjelaskan, temuan mayat itu berawal dari teman korban yaitu Cisar Yudha yang datang ke kontrakan korban, Selasa (15/3) malam. Kedatangan saksi tersebut atas permintaan rekan kerja korban yang menanyakan keberadaan korban karena dua hari tidak masuk kerja. Selain itu, saat dihubungi melalui ponselnya tidak merespon. “Saksi tahu alamat korban, diperoleh dari teman kantornya,” terang dia, Rabu (16/3), dilansir dari HarianJogja.

Setibanya di kontrakan kondisinya sepi sehingga meminta bantuan pemilik rumah atasnama Suroyo untuk menemani. Keduanya mengetuk pintu rumah korban tetapi tidak ada jawaban. Mereka pun mencoba masuk ke dalam rumah karena pintu dalam keadaan tidak terkunci. Akan tetapi setelah masuk, mendapati korban dalam keadaan telentang di atas kasur dengan muka tertutup bantal. “Saat ditemukan dalam keadan meninggal dunia,” kata dia.

Yuli mengakui dari hasil olah TKP ada dugaan mengarah ke kasus pembunuhan. Akantetapi kepastiannya masih menunggu hasil autopsi yang rencananya akan digelar, Rabu (16/3). Dugaan itu muncul karena, kondisi TKP kamar korban yang berantakan. Selain itu, muka korban tertutup bantal. Tak hanya itu, bagian muka juga terlilit kain dengan posisi tersimpul. “Korban mengeluarkan cairan dubur tinja dan dalam kondisi seperti menggigit,” tegasnya.

(in)

%d blogger menyukai ini: