Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Saat Geledah TK, Densus 88 Todongkan Senjata kepada Anak-anak

Saat Geledah TK, Densus 88 Todongkan Senjata kepada Anak-anak

Sketsanews.com – Selain menyebabkan kematian Siyono, Densus 88 juga menyisakan trauma mendalam bagi anak-anak TK Raudhatul Afthal Amanah Ummah saat menggeledah sekolah mereka. Hal tersebut terungkap saat tim Pusat HAM Islam Indonesia (Pushami) melakukan investigasi langsung ke lokasi di Dusun Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten.

densus_tk_20160315_085449

“Pada Kamis (10/3/2016) sekitar pukul 10:30 WIB, rumah korban (Siyoso) yang juga menjadi TK Amanah Ummah yang di dalamnya berisi sekitar 60-an anak-anak kecil yang sedang bermain dan belajar, itu digerebek layaknya sarang narkoba atau markas penjahat kelas kakap oleh Densus 88 dengan bersenjata lengkap seperti ingin bertempur dengan musuh,” ujar Aziz Yanuar, advokat Pushami kepada Suara Islam Online, Selasa (15/3).

Menurut kesaksian beberapa wali murid, aparat keamanan masuk sambil teriak “bubar bubar!!” dan menodongkan senjata mereka kepada anak-anak dan wali murid yang ada di lokasi tersebut, ungkap Aziz.

Kata dia, sontak hal tersebut membuat suasana menjadi gaduh dan menjadikan trauma bagi anak-anak dan para wali murid.

“Ada beberapa wali murid yang lari dan pulang dengan gemetaran dan shock berat karena tidak menyangka akan mendapat perlakuan seperti itu. Anak-anak juga sangat terpukul batinnya dan sangat berpengaruh pada kondisi psikologis mereka,” jelasnya.

Setelah itu, aparat keamanan tersebut mengobrak abrik seisi rumah dan kamar korban. “Pada penggeledahan tersebut aparat keamanan membawa beberapa dokumen dan barang-barang tanpa menunjukkan surat penggeledahan resmi,” tandas Aziz.

Sebelumnya, Selasa (8/3), Siyono sudah ditangkap oleh pasukan Densus 88 usai melaksanakan shalat magrib di sebuah masjid dekat rumahnya. Setelah penangkapan dan penggeledahan, pada Jumat (11/3) Siyono yang dianggap sebagai terduga teroris itu dikabarkan telah meninggal dunia ketika menjalani pemeriksaan. *

%d blogger menyukai ini: