Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News PT Pos Indonesia Gandeng UMKM Pasarkan Bisnis Online

PT Pos Indonesia Gandeng UMKM Pasarkan Bisnis Online

Sketsanews.com – Persaingan bisnis jasa pengiriman barang dan logistik kian sengit. Agar tak tergilas persaingan dengan kompetitor, PT Pos Indonesia (persero) akan memperkuat layanan tersebut pada tahun 2016.

Kepala PT Pos Indonesia Regional VI Jateng-DIY, Bagja Ardi Mustawan mengungkapkan, potensi bisnis online akan terus tumbuh seiring perkembangan teknologi. Kondisi demikian membuat perubahan perilaku transaksi dimasyarakat sehingga muncul bisnis berbasis virtual.

“Online shop tidak terlepas dari pengiriman fisik, artinya, ketika transaksi selesai ditataran online mereka harus butuh mitra yang mampu menyelenggarakan distribusi atau delivery. Nah kami hadir untuk itu,” kata Bagja disela-sela acara Garhering Online Shop & UMKM di ruang serbaguna PT Pos Indonesia Regional VI, Sabtu (19/3).

Kepala PT Pos Indonesia Regional VI Jateng-DIY, Bagja Ardi Mustawan sedang melihat-lihat produk UMKM yang menjadi mitra dalam acara gathering Online Shop & UMKM di ruang serbaguna PT Pos Indonesia Regional VI, Sabtu (19/3/2016).
Kepala PT Pos Indonesia Regional VI Jateng-DIY, Bagja Ardi Mustawan sedang melihat-lihat produk UMKM yang menjadi mitra dalam acara gathering Online Shop & UMKM di ruang serbaguna PT Pos Indonesia Regional VI, Sabtu (19/3/2016).

Ia mengatakan, PT Pos Indonesia yang mempunyai 4.800 jaringan infrastruktur tersebar di seluruh Indonesia menjadi modal besar, sekaligus keunggulan dalam mengembangkan bisnis tersebut.

Laporan dari tribunnews, Bermodalkan semua sarana yang dimilikinya itu dan dengan melihat potensi pasar di dunia maya, manajemen PT Pos Indonesia kemudian berusaha meyakinkan kepada semua pelaku bisnis untuk menggunakan jasanya.

“Tidak hanya hubungan fisik tapi kami sedang menyiapkan hubungan virtual dari seluruh jaringan dalam rangka mendistribusikan pengiriman agar lebih cepat dan terkontrol,” imbuhnya.

Bagja menambahkan, saat ini volume transaksi sektor surat dan dokumen sudah mulai turun. Bahkan 80 persen kontribusi paling besar di PT Pos Indonesia sekarang adalah pengiriman logistik.

“Kami terus berupaya mengubah pandangan masyarakat yang menganggap PT Pos Indonesia identik dengan surat dan perangko. Padahal volume transaksi di sektor tersebut sudah sangat minim,” ujarnya.

Adapun strategi yang dilakukan untuk memperkuat layanan tersebut adalah dengan membidik pelaku bisnis online atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bergabung sebagai mitra PT Pos Indonesia dalam hal pendistribusian barang. Sebab sektor tersebutlah yang dipandang paling banyak melakukan transaksi online.

Sebagai tahap awal, sebanyak 15 UMKM di Semarang telah digandeng menjadi mitra PT Pos Indonesia Regional VI Jateng-DIY. Nantinya sepanjang 2016 ini, paling tidak 51 persen dari sekitar 11.500 UMKM di wilayah Semarang bisa ikut bergabung.

Menurutnya, banyak keuntungan bagi pelaku UMKM bergabung menjadi mitra. Satu diantaranya adalah ketersediaan infrastuktur PT Pos Indonesia yang cukup luas sehingga mampu menjangkau ke peloksok-pelosok daerah.

Pihaknya juga sedang mempersiapkan harga khusus bagi UMKM yang tergabung sebagai mitra. Selain itu, perusahaan pos pelat merah ini menyiapkan display corner di seluruh kantor pos Indonesia. Sehingga pelaku UMKM bisa mempromosikan produknya.

Sebelumnya PT Pos Indonesia sudah memiliki situs e-commerce bernama galeripos.com. Lapak pemasaran di dunia maya tersebut menyasar pelaku UKM. Melalu lapak tersebut, pelaku UKM bisa menjajakan produk lokal mulai dari makanan hingga barang kerajinan.

Memang kalau dari segi skala bisnis per pelaku usaha, nilai bisnis pelaku UKM boleh jadi kecil. Namun, Pos Indonesia sepertinya sayang jika melewatkan jumlah pelaku UKM yang menjamur.

Langkah terkini yang dilakukan, Kantor Pos Besar juga akan menghadirkan loket khusus yang beroperasi 24 jam. “Nanti arahnya juga akan ke sana,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Kinerja Penjualan Surat dan Paket,KM Amran mengatakan, pengguna internet di Indonesia pada 2016 ini diprediksi meningkat hingga 102 juta jiwa dari sebelumnya sekitar 90 juta di 2015.

Sedangkan, user yang berbelanja online juga diprediksi meningkat dari 7,4 juta orang di 2015 menjadi 8,7 juta pada sepanjang 2016 ini. Sejauh ini, menurutnya pembelian paling banyak di pasar e-commerce adalah pakaian, handphone dan tiket.

Untuk produk kuliner, pihaknya mulai mengaplikasikan proses wrapping atau pembungkusan dengan pembungkus khusus untuk mencegah kebocoran.

PT Pos Indonesia menyiapkan berbagai macam produk pengiriman logistik yang bisa dimanfaatkan pelaku bisnis online, mulai dari pengiriman ekspres satu hari sampai, pos kilat khusus yang dua sampai tiga hari sampai, hingga pengiriman ke luar negeri melalui layanan EMS.

“Paling banyak pelaku online memanfaatkan layanan pos kilat khusus karena murah dan terjangkau seluruh Indonesia. Khusus UMKM ada juga prodduk pos Ekspor,” ujarnya.

Terkait acara Garhering Online Shop & UMKM ini, PT Pos Indonesia memberikan edukasi sekaligus sosialisasi produk pengiriman logistik yang dimiliki. Acara tersebut diikuti 150 perserta atau pelaku usaha dari wilayah Semarang dan sekitarnya. (An)

 

%d blogger menyukai ini: