Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Deradikalisasi Tidak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

Deradikalisasi Tidak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

Diplomatic Forum bertajuk Global Cooperation In Coping With Radicalism di Gedung RRI, Jakarta, Selasa (15/3/2016). (Foto: MTVN/Sonya Michaella)
Diplomatic Forum bertajuk Global Cooperation In Coping With Radicalism di Gedung RRI, Jakarta, Selasa (15/3/2016). (Foto: MTVN/Sonya Michaella)

Sketsanews.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengatakan deradikalisasi merupakan salah satu usaha dalam mengatasi ancaman terorisme di Indonesia.

Deradikalisasi itu sendiri bertujuan untuk mengarahkan pelaku atau orang yang berpotensi melakukan aksi teror untuk kembali ke jalan yang benar.

Prof. Dr. Irfan Idris menegaskan bahwa proses deradikalisasi ini butuh waktu, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dia sampaikan dalam acara Global Cooperation In Coping With Radicalism di Gedung RRI, Jakarta, Selasa (15/3/2016).

Selanjutnya dia menambahkan bahwa deradikalisasi dilakukan demi mencegah terulangnya beragam aksi teror, seperti yang terjadi Januari lalu di kawasan Thamrin, Jakarta.

Dia mengungkapkan bahwa kita akan membina mereka, para mantan terorisme dan para anggota terorisme, yang berada di dalam lapas maupun di luar lapas.

BNPT juga menyelidiki dan melakukan investigasi terkait jaringan terorisme di Indonesia. Orang-orang yang terlibat dalam jaringan ada yang dijebloskan ke penjara, ada juga yang tidak. Namun mereka semua akan mendapatkan program deradikalisasi agar tidak kembali menjadi radikal.

Terkait bom di Thamrin pada 14 Januari, Direktur BNPT ini menilai penegakan hukum di Indonesia harus diperkuat.

“Hukum terkait terorisme harus diperkuat. Agar para pelaku terorisme jera dalam melancarkan serangannya,” pungkas dia.

(Bdz)

%d blogger menyukai ini: