Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Humas perusahaan BUMN harus bisa bersaing di tingkat global

Humas perusahaan BUMN harus bisa bersaing di tingkat global

gedung BUMN. wordpress.com
gedung BUMN. wordpress.com

Sketsanews.com – Para Humas perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diminta untuk memiliki karakter, kreatif dan tangguh dalam mengimplementasikan tugas sehari-hari. Hal ini tidak hanya untuk menghadapi implementasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tetapi juga untuk bisa bersaing di tingkat global.

Hal itu juga menjadi benang merah penyampaian visi misi tiga kandidat Ketua Umum Forum Humas BUMN (FH BUMN) periode 2016-2019. Tiga calon Ketua Umum FH BUMN tersebut yaitu Pujo Suwarno Corporate Secretary PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (Persero), Ahmad Reza Corporate Communication Head PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Ahmad Reza, Muhammad Eriansyah Corporate Secretary PT Pelindo I (Persero).

Dalam acara yang diikuti sekitar 100 orang tenaga humas dari berbagai BUMN, ketiga calon melakukan orasi bagaimana memperkuat sinergi antar BUMN dalam meningkatkan kinerja perusahaan pelat merah memiliki daya saing tinggi tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di tingkat regional.

Festival ini merupakan komitmen terhadap pelestarian nilai-nilai kebudayaan dan menjadi bukti dukungan terhadap peningkatan potensi wisata Joglo Semar terutama di Candi Borobudur sebagai ikonnya, dengan mewujudkan kegiatan kreatif sebagai daya tarik wisatawan.

Festival penjor akan melibatkan masyarakat di 20 desa disekitar Candi Borobudur, yang dilatih secara berkesinambungan yang nantinya dapat sebagai mata pencarian di sektor pariwisata.

Munas FH BUMN sendiri akan digelar pada 15-17 April 2016 di Yogyakarta, dengan agenda pengesahan amandemen Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga FH BUMN, pengesahan program kerja tahunan, serta pemilihan Ketua Umum FH BUMN.

Sekjen Forum Humas BUMN, Teddy Poernama mengatakan, para praktisi BUMN harus menunjukkan eksistensi dan karyanya di bidang kehumasan BUMN.

Teddy di Jakarta mengatakan bahwa untuk menghasilkan keputusan strategis bagi menentukan arah, kebijakan dan pengembangan organisasi, menyelaraskan hasil rapat dan pengembangan program kerja hasil musyawarah, serta untuk merumuskan kebijakan pelaksanaan program sampai dengan musyawarah berikutnya, Selasa (22/3).

(Bdz)

%d blogger menyukai ini: