Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Hadang Teroris, Binter Doktrin Militer TNI di Revisi dan Sosialisasi

Hadang Teroris, Binter Doktrin Militer TNI di Revisi dan Sosialisasi

Sketsanews.com – Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) merevisi doktrin militer terkait dengan pertahanan teritorial. Langkah itu sebagai upaya untuk memperkuat pertahanan dalam mengantisipasi ancaman teror yang marak akhir-akhir ini di berbagai negara.

“Pertahanan wilayah atau teritorial harus di engineering dalam artian diberdayakan dan diperkuat secara sistemik dan berkelanjutan. Saat ini revisi masih dalam tataran soft ware, menyusun ulang doktrin, dirubah mana yang enggak cocok,” ujar Komandan Pusterad Mayjen TNI Heboh Susanto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (23/3/2016), dilansir dari SindoNews.

Dia mencontohkan, salah satu yang direvisi adalah metode pembinaan teritorial (Binter). Jika sebelumnya metode tersebut dilakukan satu arah namun, sekarang tidak lagi.

“Dalam militer ada yang namanya operasi militer selain perang (OMSP) yakni memberdayakan pertahanan wilayah, bukan cuma fisik tapi juga non fisik,” ujarnya.

Karenanya, Pusterad saat ini berupaya meningkatkan peran jajarannya di tingkat Komando Resort Militer (Korem) dalam membentuk pertahanan rakyat semesta (Permesta) dimana TNI sebagai komponen utama sedangkan rakyat sebagai komponen cadangan.

“Kita punya kemampuan mengkaji, kemampuan dalam membangun ideologi dan politik, ini dijadikan satu, kita berikan datanya ke forum pimpinan daerah (Forpimda),” katanya.

Susanto menyadari, sejak reformasi bergulir ada upaya-upaya pelemahan terhadap TNI dan pembunuhan karakter terhadap bangsa ini. Salah satunya melalui narkoba. Menurut Susanto, narkoba merupakan bagian dari perang modern yang digunakan musuh untuk melemahkan Indonesia.
“Ketidakberdayaan ini memang dibuat, tapi bukan berarti kita tidak berbuat. Sekarang yang mengendalikan dunia itu non state yaitu kumpulan orang-orang kaya,” paparnya.

Susanto menambahkan, dalam perang modern wilayah pertahanan tidak hanya meliputi geografi dan demografi tapi juga mencakup ilmu pengetahuan, politik, ekonomi, sosial dan budaya. “Jadi enggak bisa berjalan sendiri harus ada nonmiliternya misalnya pemda. Ini pertahanan semesta, dan ini yang dilakukan Amerika yang meniru pola-pola kita, namun dengan cara yang lebih modern,” ucapnya.

Hal senada dikatakan Wakil Komandan Pusterad Brigjen TNI Nono Sudarsono. Menurut dia, engineering pertahanan teritorial adalah memberdayakan sumber daya yang ada untuk memperkuat pertahanan.

***

Sosialisasi Petunjuk Tehnis tentang Bujuk Binter Satnonkowil, Proglatsi Satkowil dan Kerjasama dengan Pemda

Korem 033/WP, Kodim 0317/TBK, Rabu, 23/03/2016, Staf Ahli Pusterad Kolonel Inf Marsudi yang didampingi oleh Kasdim 0317/TBK Mayor Inf Syafuddin Manurung di depan para Perwira Staf Kodim 0317/TBK, para Danramil jajaran Kodim 0317/TBK dan para Babinsa sebanyak 30 orang menyampaikan Sosialisasi Petunjuk Tehnis tentang Bujuk Binter Satnonkowil, Proglatsi Satkowil dan Kerjasama dengan Pemda.

Dalam Sosialisasi tersebut, Kol Inf Marsudi, menyampaikan sbb : Kodim berperan mengkoordinir fungsi Teritorial yang dilakukan oleh satuan non kowil lainnya. Sasaran Binter meliputi Geo, Demo dan Konsos.

Geo (lahan berkurang karena perumahan dan kepentingan lain), Demo (manusia terus bertambah) dan Konsos (berubah secara global), sehingga kita dipaksa untuk berpikir global, namun bertindak local. Korem 033/WP posisinya sangat dekat Pulau Spartly (potensi konflik antara China, Vietnam dan Philipina). China sudah memperlihatkan kekuatannya yang menciptakan konflik antara TNI AL dengan Coastguard China di laut Natuna, karena TNI AL menangkap Nelayan China yang mencuri ikan.

Sejak tahun 2007, TNI AD mempunyai fungis utama yaitu Fungsi Pertempuran dan Fungsi Teritorial. Jangan menganggap remeh fungsi Teritorial, justru harus sama sama kuat antara fungsi Ter dan Pur tersebut. Namun kenyataannya, kemampun Ter tertinggal dari kemampuan Pur.

Berbicara tentang Kemampuan Teritorial, maka harus mampu melakukan methode Komsos, Bhakti TNI dan Binwanwil di bidang Geodemokonsos, sehingga tercipta RAK JUANG TANGGUH dan melalui simpati hati dan pikiran rakyat (non fisik) dapat mewujudkan KEMANUNGGALAN TNI DENGAN RAKYAT (TNI tidak pernah berselisih dengan Rakyat karena telah mampu mengatasai kesulitan rakyat sekelilingnya).

Jika dua kemampuan tersebut berjalan seimbang, maka Jati Diri TNI (Profesional dan Dicintai Rakyat) akan terwujud guna merealisasikan SISHANKAMRATA. Terwujudnya dua fungsi utama ini, akan menciptakan efek detern bagi negara luar terhadap Indonesia, sehingga Indonesia disegani. Dengan demikian, maka Satuan Teritorial adalah Kantor Rakyat, bukan kantor yang justru ditakuti oleh Rakyat. (Koren033WiraPratama)

(in)

%d blogger menyukai ini: