Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Revisi UU Terorisme, KontraS Usul: Sanksi Densus Jika Salah Tangkap

Revisi UU Terorisme, KontraS Usul: Sanksi Densus Jika Salah Tangkap

Sketsanews.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah menggodok revisi Undang-Undang Terorisme. Kepada DPR, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) meminta menambah dua poin khusus yang tercantum dalam revisi UU Terorisme yaitu terkait sanksi terhadap Densus 88 yang melakukan tindakan salah tangkap terhadap korban dan poin kompensasi terhadap keluarga korban.

Densus 88. ©2016 merdeka.com/andrian salam wiyono
Densus 88. ©2016 merdeka.com/andrian salam wiyono

“Dalam Undang-Undang tidak pernah ada evaluasi yang mengatakan bahwa Densus 88 salah tangkap dan tidak ada mekanisme ganti kerugian terhadap korban,” tegas Kepala Divisi Pembelaan Hak Sipil KontraS, Putri Kanesia dalam konferensi Pers di Kantor KontraS, Jalan Kramat II Nomor 17, Jakarta Pusat, Sabtu (26/3), sebagaimana dikutip dari merdeka.

Selain penambahan dua poin di atas, KontraS juga meminta DPR mengevaluasi terhadap poin lama yakni penahanan terduga teroris selama enam bulan. Hal ini berdasarkan isi draf yang diserahkan pemerintah kepada DPR.

Menurut KontraS, lamanya waktu penahan terhadap terduga teroris dalam suatu tempat tertentu berpotensi memberikan ruang kepada Densus 88 untuk melakukan tindakan penganiayaan terhadap terduga teroris.

“Penyidikan yang lama ini berpotensi adanya intimidasi,” ujar Putri.

“Kami tidak sepakat dengan tindakan terorisme tapi kami juga tidak sepakat dengan tindakan penganiayaan terhadap terduga teroris,” sambung dia.

Dalam waktu dekat, kata Putri, KontraS akan melayangkan surat dengar pendapat kepada DPR untuk hadir dalam forum yang digelar di Kompleks Senayan dalam membahas revisi Undang-Undang Terorisme.

“Kami akan sampaikan seluruh kasus yang kami temui di lapangan,” kata Putri.

Untuk diketahui, desakan Kontras terhadap penegak hukum maupun DPR setelah menemukan adanya fakta yang sangat tidak manusiawi yang dilakukan Densus 88 dalam menangkap terduga Teroris di Klaten. Di Klaten, Densus 88 menangkap Siyono.

Pada Selasa, 8 Maret 2016, Densus 88 menangkap korban di dekat kediamannya. Selanjutnya pada Kamis, 10 Maret 2016, Densus 88 menggeledah rumah korban yang juga merupakan TK Amanah Ummah di Desa Pogung, Klaten, Jawa Tengah.

Tindakan penggeledahan itu menimbulkan kegiatan belajar mengajar terhenti dan membuat anak-anak ketakutan. Esok harinya pada Jumat, 11 Maret 2016, dikabarkan korban meninggal dunia dan keluarga korban dijemput untuk mengurus jenazahnya.

Terkait hal tersebut, Humas Polri menyampaikan penjelasannya bahwa korban adalah terduga kasus terorisme dan meninggal setelah mencoba melakukan perlawanan terhadap anggota polisi yang mengawalnya. Karena anggota Polri yang mengawal hanya satu orang, anggota tersebut terpaksa melakukan kekerasan agar korban tidak melarikan diri.

Hal itu mengakibatkan korban lemas dan meninggal dunia. Namun KontraS menilai, Siyono tewas mengenaskan setelah dianiaya Densus 88. Tidak hanya terhadap Siyono, KontraS menemukan fakta-fakta penganiayaan oleh Densus 88 terhadap terduga teroris di Solo dengan inisial nama AP dan NS. *

%d blogger menyukai ini: