Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Internasional, News, Tekno-Sains Peneliti di China Kembangkan Baterai Ramah Lingkungan

Peneliti di China Kembangkan Baterai Ramah Lingkungan

Sketsanews.com – Sebuah tim peneliti di China baru-baru ini mengembangkan baterai ramah lingkungan dan terjangkau yakni Aluminium Graphite Dual Ion Baterai (AGDIB). Baterai yang diciptakan ini untuk mengatasi banyaknya permasalahan yang ada pada Lithium Ion Baterai (LIB).

Secara signifikan, AGDIB menawarkan manfaat seperti mengurangi berat volume, biaya pabrikasi, dan kepadatan energi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan LIB.

(Foto: Phys.Org)
(Foto: Phys.Org)

Bahan materialnya pun elektroda terdiri dari ramah lingkungan, aluminium terjangkau, dan graphite. Sedangkan elektrolit yang terdiri dari lithium salt konvensional dan pelarut karbonat.

Penemuan ini sangat penting mengingat meningkatnya permintaan baterai dan teknologi LIB yang ada di pasaran, yang mencapai batasnya energi spesifik dan kepadatan energi berdasarkan volume.

Sebab LIB banyak digunakan dalam perangkat elektronik portabel, kendaraan listrik, dan sistem energi terbarukan sehingga menyebabkan pembuangan baterai yang otomatis menciptakan masalah bagi lingkungan.

Oleh karena itu, pengembangan baterai ramah lingkungan ini sebagai upaya dan solusi atas maraknya baterai yang mengandung logam beracun dalam elektroda mereka.

Sedangkan menurut data Grup Freedonia, permintaan baterai di dunia meningkat pesat 7,7 persen per tahun, mencapai USD120 miliar pada 2019.

Tang Yongbing, Ketua Tim Peneliti mengatakan, jika dibandingkan dengan LIB, baterai AGDIB memiliki keunggulan yang lebih baik dalam biaya produksi 50 persen lebih rendah, kepadatan tertentu (~1,3-2,0 kali), dan kepadatan energi (~ 1,6-2,8 kali).

“Belum lagi mekanisme AGDIB mengikuti proses ganda ion interkalasi atau paduan. Sehingga menunjukkan potensi sebenarnya untuk aplikasi skala besar di dua perangkat elektronik dan kendaraan listrik,” ujarnya seperti dilansir dari Okezone, Senin (28/3/2016).

Dalam penelitiannya, tim memperkirakan kepadatan energi dan kekuatan kepadatan spesifik dari AGDIB, sudah sesuai dengan konfigurasi baterai yang telah dikemas. Hasil penelitian pun menunjukkan bahwa AGDIB dapat memberikan kepadatan energi spesifik.

“Teknologi ini mungkin merupakan sebuah langkah revolusioner untuk industri energi China. Keberhasilan komersialisasi baterai jenis baru ini memiliki potensi besar secara signifikan meningkatkan kinerja perangkat elektronik portabel, kendaraan listrik, dan sistem energi terbaru,” tandas Tang Yongbing. (An)

%d blogger menyukai ini: