Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Polri Akan Buktikan Siyono Sebagai Petinggi Teroris

Polri Akan Buktikan Siyono Sebagai Petinggi Teroris

Sketsanews.com – Polri menyebut penangkapan terhadap terguda teroris Siyono sudah sesuai prosedur.

Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan mengatakan, kepolisian bisa membuktikan keterlibatan Siyono dalam kasus teror. Pihaknya juga tidak mempermasalahkan jika dituding melanggar HAM.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan memberi keterangan pers terkait kasus- kasus penindakan kejahatan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (2/11). Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan memberi keterangan pers terkait kasus- kasus penindakan kejahatan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (2/11). Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir.

“Silahkan saja, seandainya itu memang mau dikatakan melanggar HAM atau lainnya silahkan saja. Tapi kenapa ketika banyak TNI, Polri jadi korban tidak ada satu orang juga mengatakan melanggar HAM. Justru ketika orang yang jelas-jelas bisa kita buktikan berdasarkan saksi, berdasarkan bukti bahwa dia adalah seorang petinggi teroris dikatakan melanggar HAM,” ujar Anton di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (28/3/2016).

Dikutip dari lampost, Anton menyebut, jika polisi terus disebut melanggar HAM dalam penangkapan Siyono, maka akan melemahkan mental anggota di lapangan. Apalagi, ungkapan itu malah bisa membuat pelaku teror senang.

“Tetapi jangan sampai ada satu grand design untuk menyudutkan polri karena memang mereka ahli dalam publikasi dan provokasi dari golongan teroris,” jelas Anton.

Jenderal bintang dua itu memastikan, Siyono adalah salah satu petinggi di Neo Jamaah Islamiyah. Dia adalah panglima investigasi yang membawahi bidang rekrutmen di Neo Jamaah Islamiyah.

Sebagai seorang Direktur Neo JI, Siyono dinilai tahu bunker penyimpanan senjata. Dia tewas saat berkelahi dengan anggota Densus 88 saat diminta menunjukkan bunker senjata.

“Itu benar-benar kecelakaan. Kita juga kehilangan dia, karena informasi tidak ada. Itu yang ingin saya ingatkan dan saya pertanggungjawabkan berdasarkan hukum bahwa SY adalah panglima dan kita buktikan dari skema Neo JI,” tandas Anton.

Siyono ditangkap pada Selasa, 8 Maret, seusai menunaikan salat Magrib di masjid samping rumahnya di Dukung Brengkungan, Desa Pogung, Cawas, Klaten, Jawa Tengah. Jumat, 11 Maret, keluarga Siyono mendapat kabar Siyono meninggal dunia. Selanjutnya jenazah Siyono dimakamkan di Klaten pada Minggu, 13 Maret.  **

%d blogger menyukai ini: