Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Ditanya Nama Warga yang Menolak Autopsi Jenazah Siyono, Lurah Desa Pogung Hanya Garuk-Garuk Kepala

Ditanya Nama Warga yang Menolak Autopsi Jenazah Siyono, Lurah Desa Pogung Hanya Garuk-Garuk Kepala

Ustadz-Giyanto-Lurah-Pogung-Joko-Widoyo-1

Sketsanews.com – Seusai bertemu dengan Suratmi, istri Siyono dan keluargaya, rombongan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah dan Pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten pada Rabu (30/3/2016) siang langsung bertemu dengan perangkat desa Pogung.

Sejumlah pengurus Muhammadiyah yang hadir adalah Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzhar Simanjuntak, Presiden Ketua Daerah Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah (Jateng) Zainuddin Ahpandy, Komandan Kokam Jateng Muh Ismail, Komandan Kokam Klaten Andika dan pengurus PDM Klaten di kantor Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten.

Hingga akhirnya, dialog digelar dengan kepala desa Pogung, Joko Widoyo dan Camat Kecamatan Cawas, Nasir. Dan memang ada penolakan soal autopsi.

Setidaknya ada tiga (3) hal yang disampaikan oleh perangkat desa Pogung kepada perwakilan Muhammadiyah yang juga merupakan pihak yang diberi amanah oleh istri Siyono untuk melakukan pendampingan dan melakukan pembongkaran makam dan melakukan autopsi.

Pertama, Joko Widoyo dan perangkat desa Pogung lainnya menolak adanya autopsi terhadap jenazah Siyono. Kedua, jika autopsi tetap dilakukan, maka autopsi tidak boleh dilakukan di desa Pogung dan jenazah Siyono tidak boleh lagi dimakamkan di desa Pogung. Ketiga, jika autopsi tetap dilakukan, maka istri dan keluarga Siyono harus angkat kaki dari desa Pogung.

Saat Joko Widoyo ditanya Wakil Ketua PDM Klaten, ustadz Giyanto terkait sejumlah nama warga Pogung yang menolak dilakukannya autopsi terhadap jenazah Siyono, Joko Widoyo tak bisa menjawab dan hanya garuk-garuk kepala.

“Pokoknya ada, sebagian warga itu menolak. Tapi nanti saya data dulu nama-namanya,” ujar joko Widoyo sambil terlihat grogi dan gugup serta garuk-garuk kepala. “Baik kami tunggu nama-nama itu. Karena semua harus jelas dan ada datanya,” tegas ustadz Giyanto menimpali jawaban Joko Widoyo.

Namun hingga kini, nama-nama warga yang menolak autopsi tidak jelas keberadaannya. Untuk itu, Muhammadiyah tidak akan bergeming dan akan tetap melakukan autopsi terhadap jenazah Siyono untuk keadilan Suratmi.

“Autopsi terhadap jenazah almarhum akan dilakukan dalam waktu dekat, secepatnya. Terkait penolakan warga, Muhammadiyah sangat menghormatinya namun proses autopsi tetap akan dilakukan,” tegas Dahnil.

Sumber: manjanik

%d blogger menyukai ini: