Sketsa News
Home News Muslim Indonesia Paling Dermawan di Dunia

Muslim Indonesia Paling Dermawan di Dunia

Sketsanews.com – “Terdapat beberapa faktor kedermawanan muslim Indonesia yakni meningkatnya kecintaan terhadap Islam, kemudian meningkatnya perekonomian Indonesia dan berbagai faktor lainnya,” ungkapAli Bastoni.

Dibanding negara lain di dunia, masyarakat muslim di Indonesia paling dermawan yang diwujudkan dalam bentuk pemberian atau pembayran zakat, infaq, sodaqoh dan wakaf.

Hal itu dikatakan Ali Bastoni selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Pekanbaru kepada Radio Republik Indonesia, Sabtu (2/4/2016).

Dia menjelaskan diantara negara muslim, Indonesia meraih kedermawanan dengan motivasi agama tertinggi yaitu mencapai 91 persen. Bahkan muslim di Indonesia paling dermawan dibanding di Arab Saudi yang hanya 71 persen dan Turki yang hanya 33 persen.

“Terdapat beberapa faktor kedermawanan muslim Indonesia yakni meningkatnya kecintaan terhadap Islam, kemudian meningkatnya perekonomian Indonesia dan berbagai faktor lainnya,” ungkapnya.

Selain itu lanjutnya, pertumbuhan kelas menengah muslim semakin meningkat. Namun selama masih sangat berkaitan dengan moment seperti jika terjadi bencana, bulan ramahdan serta kegiatan kemanusian lainnya.

“Namun sifat kedermawanan muslim di Indonesia jauh lebih meningkat saat bulan ramadhan. Walaupun susah, masyarakat Indonesia memiliki keinginan memberi yang tinggi,” urainya.

Potensi Zakat Capai Rp 217 Triliun

Disisi lian, potensi zakat di Indonesia mencapai Rp 217 triliun. Namun selama ini yang terkumpul baru Rp 4,2 triliun. Melalui penggalangan dana zakat yang lembaga penghimpun zakat, infak dan shadaqoh di tanah air. Pada 2015 baru mencapai baru mencapai Rp 4,2 triliun. Sehingga relatif kecil dibandingkan potensi zakat yang mencapai Rp 217 trilun per tahun.

Menurut Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf (Kabid Penaiszawa) Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Irhas mengatakan rendahnya jumlah zakat yang terkumpul karena kepercayaan dan keterbukaan dari lembaga zakat.

“Untuk meningkatkan penggalangan dana zakat maka kami mengharapkan lembaga zakat yang belum mempunyai izin segera untuk mengurus surat izinnya atau merger dengan lembaga zakat yang sudah mempunyai izin,” urainya.
Di samping itu lanjutnya, pihaknya juga mengadakan pembinaan terhadap amil zakat dengan mengadakan standarisasi. Khususnya di Provinsi Riau, karena potensinya bisa mengatasi kemiskinan.

“Berdasarkan hasil riset Baznas dan IPB, potensi zakat secara nasional ditaksir mencapai Rp 217 triliun setiap tahun. Angka itu dilihatnya berdasarkan produk domestik bruto pada 2010, padahal setiap tahun PDB bergerak naik,” ungkapnya. (TS/AKS)

(in)

%d blogger menyukai ini: