Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News, Opini Arema Cronus Juara Piala Bhayangkara

Arema Cronus Juara Piala Bhayangkara

Sketsanews.com – Final antara Arema Cronus kontra Persib Bandung pada Piala Bhayangkara di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (3/4/2015) akhirnya dimenangi Arema dengan skor 2-0. Dengan demikian Arema keluar sebagai juara Piala Bhayangkara. Dua Gol Arema dicetak Raphael Maitimo dan Sunarto. Dua gol tersebut semuanya dicetak di babak kedua.

Arema Cronus
Arema Cronus

Kedua kesebelasan ini sama-sama tampil menyerang untuk mencetak gol. Akan tetapi babak pertama berakhir dengan tanpa gol, Raphael Maitimo akhirnya memecah kebuntuan. Pemain keturunan Belanda itu mencetak gol untuk Arema saat pertandingan memasuki menit ke-59. Gol tercipta lewat skema cukup indah yang diakhiri dengan backheel oleh Maitimo. Arema pun unggul sementara 1-0 atas Persib

Gol kedua Arema dicetak Sunarto pada menit ke-89. Sunarto dimasukkan Milomir Seslija di pertengahan babak kedua. Di menit awal, penyerang Arema Cristian Gonzales mendapatkan peluang namun masih belum menemui sasaran. Setelah salah satu pemain Persib, Rudolf Yanto Basna diganjar kartu merah, Persib pun semakin kesulitan menghadapi pelawan Arema.

Persib bermain dengan sepuluh pemain setelah Yanto Basna mendapatkan kartu kuning kedua. Kartu merah eks pemain Mitra Kukar disambut protes keras oleh Dejan Antonic. Pertandingan sempat dihentikan beberapa saat karena kejadian ini. Setelah salah satu pemain Persib, Rudolf Yanto Basna diganjar kartu merah, Persib pun semakin kesulitan menghadapi pelawan Arema.

Pada laga puncak yang disaksikan 80 ribu lebih penonton itu Arema mengalahkan Persib dengan skor 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (3/4) malam WIB. Kedua gol kemenangan klub asal Malang ini dicetak Raphael Maitimo, dan Sunarto. Arema Cronus akhirnya mengunci laga dengan skor 2-0 lewat gol Sunarto. Pemain jebolan akademi Arema ini menyambut umpan Gonzales dengan sundulan pada menit ke-84. Skor 2-0 bertahan hingga usai.

Pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija menyatakan, Arema layak jadi pemenang setelah perjuangan panjang menjalani perjalanan turnamen tanpa henti. “Malam ini moment yang membahagiakan sebagai pelatih. Malam ini malam yang menyenangkan bagi pengurus Arema, Aremania dan warga Malang,” tegas Milo usai pertandingan. Ia menyebut pertandingan babak pertama tidak terlalu baik. Tapi Persib bisa dibuat tidak bisa membuat tembakan ke arah gawang. Sebaliknya anak asuhnya bermain sesuai petunjuk. “Dua gol malam ini adalah gol terbaik pemain kami,” tambahnya.

Raphael Maitimo
Raphael Maitimo

Selain tampil sebagai juara, Arema patut berbangga karena salah satu pemainnya, John Ahmad Alfarizi diteteapkan sebagai pemain terbaik. Pemain bernomor punggung 87 itu berhak mendapat uang tunai Rp 150 juta dan sebuah motor. Selain itu kemenangan Arema ini menjadi buah dari penantian dan perjuangan panjang. Gelar juara Arema di saat ini juga terjadi pada moment yang tepat di hari jadi Kota Malang yang baru dirayakan 1 April lalu. Sehingga Arema memberikan  persembahan hadiah kemenangan kepada kota Malang.

Semenjak PSSI dibekukan dan kompetisi berhenti, Arema selalu ambil bagian di turnamen besar nasional yang pesertanya klub-klub level ISL. Bukan saja selalu jadi peserta, tim Singo Edan selalu lolos hingga babak semifinal.

Sepanjang pertandingan, tim Arema mrmang lebih banyak membangun serangan. Serangan Singo Edan semakin menjadi setelah unghul 1-0. Pemain Arema beberapakali melancarkan serangan balik di saat tim Persib memforsir serangan untuk mengejar ketertinggalan.

Selain gol kedua Sunarto, serangan balik cepat Arema di tambahan waktu tiga menit di ujung babak kedua juga hampir menambah gol Arema. Gonzales nyaris menambah skor kemenangan. Sontekannya menyambut umpan mantang Antoni bisa ditepis Made Wiryawan.

 

Sukses menjuarai turnamen Piala Bhayangkara Arema Cronus disambut gembira puluhan ribu Aremania yang menyaksikan langsung di Stadion Gelora B

Sunarto
Sunarto

ung Karno (GBK) Jakarta, Minggu (3/4/2016), termasuk M Anton. Orang nomor satu di Pemerintah Kota (Pemkot) Malang itu langsung melepas baju Arema warna biru yang dikenakan. Abah Anton -panggilan M Anton- berjingkrak dan bertelanjang dada merayakan kemenangan Singo Edan 2-0 atas Persib. Gaya itu dilakukan Abah Anton ditengah-tengah massa Aremania dengan latar belakang cahaya flare.

Wali Kota Malang yang ikut memberikan dukungan langsung kepada Singo Edan saat melawan Persib di Stadion GBK, juga larut dengan kegembiraan. Ia yang memilih menyaksikan di tribun penonton ekonomi bersama puluhan ribu Aremania, langsung ‘pesta’.

Dua gol Arema dihasilkan melalui sepakan cantik Maitimo dan tandukan ciamik Sunarto. Begitu wasit meniup peluit panjang berakhirnya laga, Aremania (termasuk Abah Anton) merayakan sukses tim kebanggaan warga Malang raya dan Jatim ini.

“Pesta’ Abah Anton dengan melepas baju itu, sekaligus menjawab janji dia yang akan melepas baju jika Singo Edan juara. Janji itu diucapkan Abah Anton sebelum final Singo Edan lawan Persib. Ucapan itu sebagai taruhan dengan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil yang bertemu di Kota Malang. (Vi)

%d blogger menyukai ini: