Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Pemerintah Masih Koordinasi soal Tebusan 10 WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Pemerintah Masih Koordinasi soal Tebusan 10 WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Sketsanews.com – Hari ini merupakan tenggat waktu terakhir batas pembayaran uang tebusan untuk membebaskan 10 WNI yang disandera oleh Kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Hingga hari ini pemerintah masih menunggu koordinasi dari pemerintah Filipina guna melakukan pembebasan.

Kelompok Abu Sayyaf
Kelompok Abu Sayyaf

“Pemerintah terus melakukan upaya komunikasi dan berkoordinasi dengan semua pihak yang relevan baik di Indonesia maupun di Filipina. Terakhir perusahaan mereka juga masih terus berkomunikasi,” kata Dirjen Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Lalu M Iqbal. Sebagaimana diberitakan Detik, Kamis (7/4/2016).

Iqbal pun menyatakan pemerintah telah melakukan semua opsi agar dapat membebaskan 10 WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf. Namun dirinya belum mau menjelaskan opsi apa yang akan dipilih apakah membayar tebusan atau operasi penyelamatan.

“Semua opsi dan channel masih kita coba. Doakan saja semua tetap baik-baik saja dan semoga upaya kita berhasil,” sambung Iqbal.

Sebagaimana diketahui ke 10 WNI itu merupakan awak kapal tug boat Brahma 12 yang menarik kapal tongkang Anand 12 yang berisi 7.000 ton batubara. Kelompok Abu Sayyaf meminta tebusan 50 juta peso atau Rp 15 miliar dan dibayarkan paling lamat pada 8 April 2016.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan 10 WNI dalam kondisi baik dan pemerintah masih terus berkoordinasi dalam upaya pembebasan sandera WNI. “Kami juga dapat informasi 10 WNI ABK masih dalam keadaan baik. Dari waktu ke waktu, menit ke menit, jam ke jam, hari ke hari, kami terus berkoordinasi menjalin komunikasi dan koordinasi dalam upaya pembebasan sandera WNI kami,” ujar Menlu Retno usai rapat di kompleks Istana, Jakarta, Kamis (7/4/2016). (An)

%d blogger menyukai ini: