Sketsa News
Home Headlines, News Kab.Bekasi Lahan Basah Buat Para Koruptor

Kab.Bekasi Lahan Basah Buat Para Koruptor

Sketsanews.com – Kab.Bekasi . Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi di era kepemimpinan Neneng Hasanah Yasin tersangkut dan terindikasi tindakan pidana korupsi, seperti Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) dan dua orang bawahannya, dua orang pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) dan Direktur Utama (Dirut) RSUD Cibitung serta satu orang bawahannya.

pemda-kab-bekasi-640x361

Dikutip dari Bataranews, pasca penahanan pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi terkait dugaan kasus pengadaan alat penghancur limbah medis (incenerator), diduga kuat Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) juga bakal terjerat kasus tersebut. Ini menandakan dari semua permasalahan yang terjadi lantaran kepemimpinan Neneng Hasanah Yasin dinilai bobrok dan disinyalir tidak mampu memimpin.

Hal itu dikatakan Saman Hudi, Ketua LSM Komite Nasional Penyelamat Aset Negara (KomnasPAN) Kabupaten Bekasi di bilangan Cikarang, kemarin (Senin,7/3) kepada tim zona Indonesia.

Menurutnya, dugaan peluang korupsi para pejabat di lingkungan Pemkab Bekasi sangat terbuka. Pasalnya, saat ini tak satu pun kebijakan tegas Bupati Bekasi terkait kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Karena kata dia, selain korupsi anggaran, yang paling fatal adalah korupsi waktu (disiplin). Itu terbukti dari absensi pegawai banyak yang kosong yakni dari Kepala Seksi (Kasie), Kepala Bidang (Kabid) sampai Kepala Dinas yang jarang ada di kantor.

Tapi anehnya, lanjut Saman Hudi, tunjangan penambahan penghasilan (TPP) atau tunjangan daerah (Tunda) Kepala Dinas saat ini mencapai Rp 25 juta tetap masih mereka terima.

“Carut marutnya tupoksi pelayanan masyarakat yang dilakukan SKPD di lingkungan Pemkab Bekasi bisa disebabkan oleh lemahnya pengawasan Inspektorat, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Sekretaris Daerah (Sekda) yang kami nilai tak mampu memimpin bawahannya. Itu semua terjadi karena Bupati Bekasi disinyalir tak mampu menjadi leader yang diharapkan bawahannya dan umumnya masyarakat,” ketusnya.

Dikatakan, dari sejumlah pegawai di lingkungan Pemkab Bekasi yang terhitung berprestasi dalam kinerjanya, justru sulit untuk mendapatkan nilai plus dari Neneng Hasanah Yasin, diduga lantaran mereka tidak punya biaya (uang) untuk mempromosikan dirinya ke jenjang jabatan yang lebih baik.

Sehingga dalam pantauan pihaknya selama ini, sambung dia, banyak pejabat di lingkungan Pemkab Bekasi yang mendapatkan jabatan bukan berdasarkan prestasi kerja melainkan seberapa besar uang yang harus dimilikinya jika mau naik jabatan.

“Mutasi pegawai dan open bidding di lingkungan Pemkab Bekasi juga disinyalir sarat gratifikasi. Itu bisa dinilai dari banyaknya pejabat yang tinggi loyalitasnya kepada pimpinan dan berprestasi tapi tidak mendapatkan promosi kenaikan jabatan lantaran enggak punya uang. Sehingga bisa disimpulkan bahwa itu adalah penyebab bobroknya pelayanan di lingkungan Pemkab Bekasi,” paparnya.

Tak heran, lanjut dia, jika sejumlah pejabat Pemkab Bekasi yang diduga melakukan korupsi, bisa terus ikut promosi jabatan.

“Memang sulit untuk mengungkap kasus permainan uang untuk promosi jabatan, tapi hal tersebut sudah bukan rahasia umum lagi, faktanya banyak pejabat yang mengakui hal tersebut,” bebernya. (Zu)

%d blogger menyukai ini: