Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Pembangunan Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Selesai Agustus 2017

Pembangunan Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Selesai Agustus 2017

Sketsanews.com – Simpang Susun Semanggi mulai dibangun hari ini. Peletakan batu pertama (groundbreaking) pun telah dilaksanakan di area yang berada di depan Plaza Semanggi, Jumat, 8 April 2016, dan disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pembangunan ini diharapkan selesai pada pertengahan 2017 mendatang.

“Mudah-mudahan 17 Agustus 2017 bisa dioperasikan,” ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Yusmada Faizal saat memberikan sambutan di acara peletakan batu pertama di Taman Semanggi, Jumat, 8 April 2016, siang. Demikian diberitakan Detak.co.

Rencana Simpang Susun Semanggi | Foto: Istimewa
Rencana Simpang Susun Semanggi | Foto: Istimewa

Proyek pembangunan Simpang Susun Semanggi yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto atau Jalan Jenderal Sudirman ini menelan biaya hingga Rp 360 miliar. Adapun panjang total Ramp 1 adalah 796 meter dan panjang Ramp 2 adalah 826 meter dengan lebar jalan masing-masing 8 meter per jalur.

“Pembiayaan murni dari swasta, untuk kompensasi atas pelampauan nilai Koefisien Lantai Bangunan (KLB),” tambah Yusmada.

Pihak swasta yang akan membiayai proyek bangunan ini adalah PT Mitra Panca Persada. Nilai kompensasi yang harus dibayar mengacu pada Pergub Nomor 175 Tahun 2015 atas pelampauan nilai Koefisien Lantai Bangunan (KLB) yakni sekitar Rp 579 miliar. Adapun sisanya akan digunakan untuk membangun infrastruktur di tempat lain.

Sementara proyek ini akan dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (WIKA) sebagai pemenang tender design and build pengembangan Simpang Susun Semanggi. Pembangunan ini diperkirakan akan mengganggu kondisi taman hingga 50 persen. Akan tetapi, pemerintah mengimbau agar taman dikembalikan kondisinya seperti semulai setelah proyek pembangunan selesai.

Menurut Ahok, Simpang Susun ini akan menjadi ikon baru Jakarta sebagai Ibu Kota Negara, karena simpang ini merupakan bentang terpanjang di atas jalan tol dalam kota secara lengkung (hiperbolik). Pengembangan simpang susuni ini diharapkan mampu mengurai kemacetan di daerah Semanggi akibat pertemuan kendaraan dari Jalan Gatot Soebroto dan Jalan Sudirman.

Nantinya, kendaraan dari arah Cawang dapat langsung berbelok di Semanggi menuju Bundaran HI. Sementara kendaraan dari arah Slipi dapat langsung berbelok di Semanggi untuk menuju Blok M melalui flyover berbentuk lingkaran. Akibat adanya pembangunan ini, maka arus lalu lintas di sekitar lokasi pun akan dialihkan.

“Yang selama ini arus lalu lintas dari Sudirman belok arah Cawang menggunakan dua lajur (cepat dan lambat), salah satunya ditutup, yakni jalur cepat, untuk memperlancar kegiatan tersebut,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKB Budiyanto.

Kemacetan di sekitar lokasi diprediksi akan melonjak dimana kendaraan hanya bisa melintas melalui jalur lambat. Terlebih, adanya masa uji coba penghapusan 3 in 1. Oleh karena itu, Ditlantas mengimbau para pengguna jalan untuk mencari alternatif jalur lain dan menghindari jalur tersebut.

Meski demikian, pada jembatan Semanggi ini nantinya akan diberi tambahan fisik di jalur dari Tomang, Jakarta Barat yang berbelok menuju Blok M, Jakarta Selatan. Jalur khusus ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan akibat pertemuan kendaraan di persimpangan Semanggi. (An)

%d blogger menyukai ini: