Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Isu Reshuffle Sengaja Dibuat Sejumlah Parpol

Isu Reshuffle Sengaja Dibuat Sejumlah Parpol

Sketsanews.com – Kabar perombakan (reshuffle) kabinet jilid II timbul tenggelam. Seminggu belakangan, isu tersebut kembali mencuat. Tujuan reshuffle untuk memperbaiki kinerja pemerintahan melalui penataan ulang kementerian.

Menurut Pengamat Komunikasi politik Benny Susetyo, isu reshuffle sengaja dibuat sejumlah partai politik (parpol) yang ingin merebut kursi menteri. “Ada agenda setting dari mereka yang ingin posisi-posisi tertentu. Ini sengaja mainkan agar presiden mempertimbangkan mereka,” kata Benny dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan. Seperti diberitakan Metrotvnews, Jumat (8/4/2016).

Budirto shambazy (wartawan senior), Ari Nurcahyo ( Dirut Eksekutif Para Syndicate/ moderator), Ikrar Nusa Bhakti (Peneliti Politik LIPI), Benny Susetyo ( Pengamat Kompol) -- Foto: Metrotvnews.com/ Nur Azizah
Budirto shambazy (wartawan senior), Ari Nurcahyo ( Dirut Eksekutif Para Syndicate/ moderator), Ikrar Nusa Bhakti (Peneliti Politik LIPI), Benny Susetyo ( Pengamat Kompol) — Foto: Metrotvnews.com/ Nur Azizah

Benny melihat tak hanya parpol yang mendambakan kursi menteri, beberapa relawan pendukung Jokowi-JK pun ikut berebut. Dia meyakini para relawan akan terus mengungkit dukungannya terhadap Jokowi-JK hingga mendapatkan jabatan.

Untungnya, lanjut Benny, Jokowi buru-buru mengambil jarak dari mereka. Melalui beberapa pernyataannya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan tidak mau diintervensi dalam memilih pembantunya.

“Presiden ini cerdas. Pak Jokowi mengambil jarak dan tidak mau ditekan. Presiden tahu betul kalau kedaulatan memilih menteri ada di tangannya,” terangnya.

Sementara itu, Peneliti Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti mengatakan, perombakan di tubuh kabinet kerja bisa saja batal. Ia berkaca pada isu perombakan kabinet pada Desember 2015 lalu. Di mana, Jokowi membatalkan perombakan lantaran mendapat intervensi dari berbagai pihak.

“Rencana reshuffle bisa saja batal karena banyak tekanan partai politik. Pak Jokowi itu tidak bisa diprediksi,” tandas Ikrar. (An)

%d blogger menyukai ini: