Sketsa News
Home Headlines, News Cerita Re menikah dengan pria pujaan hati yang ternyata perempuan

Cerita Re menikah dengan pria pujaan hati yang ternyata perempuan

Sketsanews.com – Re, seorang wanita asal Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau telah menjalin asmara selama 7 tahun dengan Ds warga Desa Sungai Beringin, Kecamatan Rengat. Namun selama bertahun-tahun berhubungan, keduanya tidak pernah bertemu. Mereka pun berpacaran hanya melalui sambungan telepon.

Pernikahan sejenis di Riau. ©2016 merdeka.com/istimewa
Pernikahan sejenis di Riau. ©2016 merdeka.com/istimewa

Lantaran lamanya hubungan yang dijalin, orang tua Re mendesak agar Ds diajak ke rumah untuk dikenalkan kepada keluarga. Akan tetapi, Ds tak pernah bisa menyempatkan diri datang ke rumah kekasihnya itu. Dia hanya mengumbar janji untuk datang.

“Sebagai orang tua saya merasa resah, tujuh tahun berhubungan tapi tidak pernah ketemu. Lalu saya minta kejelasan kepada anak saya supaya menyuruh pacarnya untuk datang menjumpai pihak keluarga,” ujar Ak, orang tua Re, Sabtu (9/4).

Tak ingin mengecewakan Re dan keluarga kesekian kalinya, bulan Maret 2016 Ds datang dan langsung melamar pacarnya tersebut. “Pertemuan itu sekaligus memutuskan kapan pernikahannya akan dilakukan,” katanya.

Ketika datang melamar, Ds hanya seorang diri tanpa ditemani keluarganya. Dia menyatakan sudah tak lagi punya orang tua.

Akhirnya pada Kamis (7/4) lalu, ijab kabul digelar di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rengat. Namun, tak berselang lama pernikahan itu dibatalkan oleh pihak KUA. Fakta mengejutkan terkuak bahwa Ds merupakan seorang perempuan.

“Benar, sempat dilakukan ijab kabul antara sepasang suami istri sesuai berkas laki-laki dan perempuan. Namun pernikahan itu batal, setelah kita ketahui calon mempelai laki-laki ternyata perempuan. Pernikahan itu otomatis batal karena tidak memenuhi rukun dan syarat,” ujar Kepala KUA, Rengat Mistar Abdurraman.

Mistar menuturkan, sesuai berkas yang diterima KUA Rengat termasuk data di Kartu Keluarga (KK), mempelai laki-laki tersebut berinisial Ds, warga Desa Sungai Beringin, Kecamatan Rengat, sedangkan mempelai perempuan berinisial Re, warga Desa Pasir Kemilu, Kecamatan Rengat.

“Semua berkas dan persyaratan sudah terpenuhi hingga harus dilangsungkan pernikahan saat itu,” katanya.

Terungkapnya pernikahan sejenis ini, sambung Mistar, ketika foto mempelai laki-laki belum dipasang di buku nikah. Setelah memperoleh informasi yang valid, bahwa mempelai laki-laki itu ternyata berjenis kelamin perempuan, KUA Rengat langsung membatalkan pernikahan tersebut.

Mistar menambahkan, dalam proses ijab kabul dengan mahar seperangkat alat salat tersebut tidak ada yang mencurigakan. Secara fisik tubuh mempelai pria yang ternyata perempuan itu cukup kekar dan suaranya seperti laki-laki.

“Sehingga tidak sedikitpun ada rasa curiga, bahwa mempelai laki-laki itu seorang perempuan,” terang Mistar.

“Saya sudah 13 tahun menjadi kepala KUA Rengat dan baru kali ini terjadi. Betul-betul pihak KUA Rengat tertipu,” imbuhnya.

Merdeka melaporkan, keluarga Re yang mengetahui hal itu seketika syok. Kecurigaan mengenai hubungan yang penuh tanda tanya terjawab. Apalagi yang menambah curiga, sebelum menikah mempelai pria tidak bersedia mengganti pakaian hingga menimbulkan kecurigaan dan dilakukan penelusuran.

Kendati demikian, mereka bersyukur kebohongan Ds akhirnya terbongkar. (Zu)

%d blogger menyukai ini: