Sketsa News
Home Headlines, News WNI Tewas di Sydney, Dibunuh Bekas Jaringan Bali Nine

WNI Tewas di Sydney, Dibunuh Bekas Jaringan Bali Nine

Sketsanews.com – Perempuan dengan identitas Indonesia ditemukan tewas di Kota Sydney, Australia, Kamis (7/4) malam waktu setempat dalam keadaan tanpa busana. Jasadnya mengambang di muara Sungai Parramatta yang populer menjadi lokasi pelesir warga Sydney.

TKP WNI dibunuh di Sydney. ©2016 Merdeka.com/Mardk Reddie/ABC
TKP WNI dibunuh di Sydney. ©2016 Merdeka.com/Mardk Reddie/ABC

Korban bernama Miming Listiyanti (27), oleh polisi diduga kuat dibunuh oleh pria bernama Khanh Thanh Ly (35). Aparat setempat sudah menangkap tersangka. Demikian dilansir dari Merdeka.

Ly adalah bekas narapidana yang dipenjara tujuh tahun karena terlibat jaringan penyelundup narkoba Bali Nine. Dia kenal dekat, bahkan satu SMA dengan Myuran Sukumaran, terpidana kasus narkoba di Indonesia yang sudah dieksekusi mati tahun lalu.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Jumat (8/4), Ly ditangkap saat berada di dekat jasad Miming. Lelaki ini juga dalam keadaan telanjang. Tersangka Ly sempat mencoba kabur, namun kemudian berhasil dibekuk aparat, lalu dibawa ke markas kepolisian di Burwood.

Belum diketahui pasti apakah ada hubungan khusus antara Ly dan mendiang Miming. Korban baru saja kembali dari Indonesia sebelum tewas. Dari pelacakan Facebook, keduanya saling berteman.

Foto terduga WNI korban pembunuhan di Sydney (c) 2016 Merdeka.com/facebook
Foto terduga WNI korban pembunuhan di Sydney (c) 2016 Merdeka.com/facebook

“Tersangka adalah orang yang biasa masuk daftar pantauan kami karena rekam jejak kejahatannya,” kata Inspektur Polisi Mark Jones.

Ly dibekuk polisi antinarkoba Australia pada 2007. Dia tercatat tiga kali terbang ke Bali menjadi kurir barang haram itu atas perintah Myuran Sukumaran.

Dari olah TKP, terdapat jejak kaki bercampur darah dekat muara sungai. Polisi sepanjang hari ini menggeledah kediaman Ly untuk mencari barang bukti serta kemungkinan motif pembunuhan.

Sampai sekarang belum diperoleh konfirmasi dari KJRI Sydney atau Kementerian Luar negeri tentang indentitas korban. (Zu)

%d blogger menyukai ini: