Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News TPM Surati Presiden Terkait Sel Isolasi Abu Bakar Ba’asyir

TPM Surati Presiden Terkait Sel Isolasi Abu Bakar Ba’asyir

Sketsanews.com – Kuasa hukum terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir, Achmad Michdan, mengatakan telah menyurati Presiden Joko Widodo soal perlakuan yang diterima kliennya di blok isolasi Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih, Nusakambangan. Wakil Ketua Pembina Tim Pengacara Muslim menuding pemerintah telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap kliennya.

Abu Bakar Ba'asyir tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (16/6). REUTERS/Supri
Abu Bakar Ba’asyir tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (16/6). REUTERS/Supri

“Kami menunggu respons presiden atas surat kami yang dikirim 14 Maret lalu,” katanya saat dihubungi Ahad 10 April 2016.

Baasyir ditahan di sel isolasi bersama empat terpidana lain yang juga dituduh sebagai penyebar ideologi terorisme, yaitu Aman Abdurrahman bin Ade Sudarma alias Oman Rahman, Heri Kuncoro, Abrori, dan Iwan Darmawan alias Rois. Mereka masing-masing menempati sel berukuran 3×4 meter.

Menurut Achmad, Baasyir ditahan selama 24 jam dan tak boleh keluar sel sama sekali. Kliennya juga tak pernah lagi mendapatkan cahaya matahari karena terkurung di sel. Bahkan, petugas lapas juga melarang Baasyir melakukan salat berjamaah. Amir Jamaah Ansharut Tauhid tersebut selalui diawasi kamera pengintai yang berada di dalam sel.

Aturan lain yang melanggar HAM, menurut Achmad, adalah ketentuan menerima tamu atau kunjungan. Saat ini, petugas lapas hanya memperbolehkan Baasyir bertemu tim dokter, pengacara dan keluarga inti. Kerabat dan rekan lain yang dulunya kerap berkunjung tak bisa lagi bertemu pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia tersebut.

“Kami pun tidak bisa bersalaman karena ketika bertemu ada kaca yang menghalangi kami,” kata Achmad.

Sejak pindah ke sel Isolasi, Februari lalu, Achmad sudah bertemu Baasyir sebanyak tiga kali. Dalam setiap pertemuan itu, kliennya yang sudah berumur 80 itu terus mengeluh tentang kesehatannya. Baasyir mengaku sering sekali digigit nyamuk sejak di ruang isolasi itu. “Lutut, kakinya sakit, mata juga sakit sekkali,” kata Michdan.

Selain surat kepada Presiden Joko Widodo, Achmad pun akan meminta bantuan kepada organisasi-organisasi Islam di Indonesia seperti Majelis Ulama Indonesia. “Ini sudah tahap pelanggaran hak asasi manusia. Kami akan ajukan gugatan kepada Menteri Hukum dan HAM atas perlakukan ini,” katanya. (Zu/Tempo)

%d blogger menyukai ini: