Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Benarkah Sumber Dana Komunitas LGBT dari Pemerintah? Ini Jawabannya

Benarkah Sumber Dana Komunitas LGBT dari Pemerintah? Ini Jawabannya

Sketsanews.com – LBGT (Lesbian, gay, biseksual dan transgender) masih menjadi isu yang memanans dalam beberapa minggu belakangan ini. Kabar terhangat adalah adanya kecurigaan bahwa aktivitas komunitas LGBT selama ini dibiayai oleh Menentrian Sosial dan Kementrian Kesehatan.

images

Publik kaget dengan sebuah pengakuan aktivis pembela komunitas LGBT yang menyatakan bahwa selama ini kegiatan mereka mendapat dana dari asing dan juga pemerintah.

“Pemerintah ada memberikan bantuan seperti Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dari asing juga. Jika ada atas nama LGBT, oleh pemerintah disetop, bantuan untuk kami tidak diperpanjang,” ungkap aktivis pembela hak LGBT, Hartoyo dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu (20/2/2016).

Disebutkan bahwa Haryono mengaku jika tahun ini dipastikan tidak ada lagi kegiatan atau aliran dana yang mengalir untuk para LGBT. Pasalnya, tahun ini dana tersebut dihentikan 100 persen oleh pemerintah.

“Pemerintah, seperti Kemensos dan Kemenkes, sudah menghentikan dana dari asing. Jadi program atau kegiatan apapun yang atas nama LGBT itu sudah nggak boleh lagi. Itu disetop tahun ini,” ungkap Hartoyo.

Bagi dia, langkah tersebut sangat sadis. Karena dia menganggap dana tersebut penting untuk beraktivitas.

“Jadi langsung diberhentikan semuanya dari asing, sadis banget. Padahal untuk bergerak, saya sering keliling jualan  sendiri. DPR juga menyetujui dana itu dihentikan, dari DPR juga tidak memberikan dana kepada kami,” lanjutnya.

Karena pernyataan Haryono tersebut membuat banyak kalangan menilai bahwa pemerintah selama ini ambil bagian dalam kegiatan para komunitas LGBT. Terkait hal tersebut, Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Kementerian Sosial (Kemensos), Sonny Manalu mengklarifikasi, anggaran negara melalui kementeriannya hanya berkaitan dengan upaya rehabilitasi sosial.

Itu untuk mengembalikan keberfungsian sosial kaum minoritas, termasuk di dalamnya LGBT yang dikucilkan masyarakat. Sehingga, tegas dia, kampanye disorientasi seksual tak mungkin didanai negara.

“Tidak ada sama sekali anggaran Kemensos untuk (kampanye) LGBT. Yang ada adalah, rehabilitasi sosial bagi kelompok minoritas,” ujar Sonny Manalu saat dihubungi, Ahad (21/2/2016).

Aanggara tersebut diakui disalurkan kepada lembaga-lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang aktif mendampingi sekaligus memberdayakan kaum LGBT. Tujuannya agar mereka tidak lagi hidup tersisih dari lingkungan dan bisa tetap terlibat atau berkontribusi bagi masyarakat.

Kemensos sudah lebih dari 10 tahun menyelenggarakan program Rehabilitasi Kelompok Minoritas yang sasarannya termasuk kaum waria. Untuk tahun 2015 saja, kementeriannya menganggarkan sebesar Rp 2,5 miliar. Data Kemensos tahun 2012 menunjukkan, jumlah waria di 34 provinsi sebanyak 37.998 orang. (Zu/Surat Kabar)

%d blogger menyukai ini: