Sketsa News
Home Headlines, News, Opini Jokowi dan Negeri Balas Dendam

Jokowi dan Negeri Balas Dendam

Sketsanews.com – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah lengser dari kursi Presiden Republik Indonesia, namun dalam beberapa pekan terakhir, dirinya terlihat melakukan kegiatan yang cenderung dinilai banyak orang sebagai manuver polik.

000057200_1415178102-Ilustrasi-Jokowi-20141105-Johan

Apa yang telah dilakukan belakangan ini dianggap sebagai upaya kritik terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Gaya komunikasi dari SBY sejak dulu memang kalem, bahkan dalam kritik pun terkesan tidak vulgar. Meski demikian, dalam suatu kesempatan SBY pernah mengaku ada pihak Istana tidak suka pada kritis pada Jokowi.

Koreksi atau kritik sangat wajar dilakukan oleh mantan pejabat. Saat SBY memimpin pun tercatat banyak sekali ucapan atau pernyataan mantan Presiden Megawati Sukarno Putri kepada kinerja pemerintah kala itu.

Terlepas dari ada pengaruh dari kecenderungan politik yang mereka miliki, akan tetapi sebuah kritik selayaknya dipandang saja sebagai upaya memperbaiki bangsa dan menjaga kinerja pemerintah pada rel yang benar untuk kesejahteraan rakyat.

Sangat tidak produktif jika semangat memperbaiki negara, menjaga kinerja pemerintah dari jalur yang tepat dianggap sebagai serangan atau upaya menggangu pemerintah. Mana kala seperti itu yang dikembangkan dan diutamakan, maka hasil dari sebuah kritik bukan sebuah perbaikan tetapi malah mengobarkan kebencian dan memperdalam benci.

Ketika sindiran SBY terhadap kinerja pemerintah Jokowi dianggap sebagai sebuah serangan maka yang dilakukan untuk menjawabnya adalah dengan serangan juga.

Baru-baru ini Presiden Jokowi beserta beberpa jajarannya tiba-tiba melaukan kunjungan ke proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang yang dalam beberapa tahun telah terhenti.

Banyak pihak menilai bahwa tindakan Jokowi ini tidak murni untuk Hambalangnya, kunjungannya bersama dengan media tersebut diidentifikasi banyak orang sebagai cara menampar balik SBY. Proyek Hambalang adalah proyek yang bermasalah di era kepemimpinan SBY.

Ketika sebuah kritikan selalu dianggap sebagai upaya serangan dan manuver politik, maka jawaban yang diberikan bukan perbaikan, bukan pula koreksi terhadap apa yang sedang dikritisi. Jokowi cenderung menyerang balik pengkritiknya dengan gayanya sendiri, menyindir.

Di sini letak kecerobohan Jokowi. Sepertinya dirinya ingin melakukan counter attack kepada SBY, mencoba mengulik busuknya pemerintah sebelumnya. Tetapi apa yang telah dilakukannya sebenarnya bisa dikategorikan telah membuka aibnya sendiri.

Membuka luka proyek Hambalang dengan mengatakan itu sebagai proyek mangkrak adalah sebuah kesalahan fatal yang menunjukan betapa Jokowi tidak memahami betul masalah yang sebenarnya.

Mengkategorikan proyek ini sebagai proyek “sia-sia” pemerintah tahun lalu yang tidak terurus seperti menunjukan Jokowi tidak memahami kenapa proyek itu terhenti.

Mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) era kepemimpinan SBY, Roy Suryo sebenarnya telah berupaya meneruskan proyek tersebut. Tetapi menteri yang menggantikan Andi Mallarangeng tersebut tidak dapat meneruskan apa yang telah diupayakannya itu.

Roy mengaku bahwa usahanya melanjutkan proyek tersebut terganjal keputusan dari Komisi X DPR RI dan diperkuat dengan larangan dari KPK yang tidak memperbolehkan pelanjutan proyek Hambalang karena memang dalam proses hukum.

Sekali lagi Jokowi blunder dalam hal ini. Nafsu untuk membalas kritik dengan serangan balik terhadap individunya apalagi selalu memandang setiap koreksi dari pihak luar sebagai gerakan politik tentu hanya akan menghasilkan tindakan yang tidak produktif dan bahkan cenderung naif.

Jokowi harusnya malu, usahanya untuk memukul balik ternyata menggunakan pentungan yang salah. Lucu jadinya, Jokowi tidak mengenal betul tentang senjata yang hendak dia gunakan sebagai senjata memuluk orang yang dianggap rivalnya.

Ini jadi republik kelahi, negeri balas dendam, pemerintahnya sibuk gaduh dengan para pengkritik. Rakyat bukan perhatian utama. Jikapun nanti ada lanjutan proyek Hambalang, maka boleh dibilang itu tak murni untuk rakyat, tetapi karena ingin membuka aib pihak lain.

Keberkahan apa yang bisa didapat jika setiap pembangunan yang dipondasi dengan niat membalas dendam?

(Zu/Surat Kabar)

%d blogger menyukai ini: