Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Divonis 3,6 Tahun, Napi Teroris Poso Ditahan di Jambi

Divonis 3,6 Tahun, Napi Teroris Poso Ditahan di Jambi

Sketsanews.com – Seorang narapidana terorisme dari Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Syaiful Priyatno, yang divonis 3,6 tahun penjara ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Jambi sejak sepekan lalu.

Ilustrasi
Ilustrasi

Kepala kantor wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Jambi, Dwi Prasetyo Santoso mengatakan hal itu sesuai kebijakan dari pemerintah, bahwa jika napi teroris ditahan dan kumpul dengan napi sesama teroris nantinya ditakutkan akan membuat jaringan teroris yang besar.

“Untuk menjaga kekhawatiran itu, penahanan napi teroris dipisah. Ada yang ditahan di Surabaya, di Malang dan di daerah lain. Kebetulan Lapas Klas IIA Jambi mendapat bagian titipan napi teroris itu,” kata Prasetyo di Jambi, Senin (11/4).

Sebelumnya, Syaiful Priyatno telah dieksekusi seminggu lalu di Jakarta dan divonis hukuman 3,6 tahun, kemudian langsung dikirim ke Jambi untuk ditahan di Lapas Klas IIA Jambi.

“Napi terorisme itu sudah seminggu lalu ditahan di Lapas Jambi, dan sekarang masih kita asimilasi atau kita tempatkan di ruang tahanan tersendiri,” terangnya.

Dalam pembinaan narapidana terorisme, masih kata Dwi, nantinya tetap akan dibantu dari sejumlah pihak diantaranya dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Polda setempat dan pihak terkait lainnya.

“BNPT, Densus 88 nanti setiap ke sini melihat perkembangannya, jadi dalam pembinaan ini kita tidak sendiri, tapi dibantu dari penegak hukum yang lain,” papar Prasetyo.

Sementara itu Kepala Lapas Klas IIA Jambi, Suyatna mengaku Lapas Klas IIA Jambi baru pertama kali mendapat narapidana terorisme.

Narapidana terorisme ini sementara masih diasingkan dengan ditempatkan di ruangan khusus (tersendiri).

“Jadi tidak langsung kita baurkan dengan warga binaan lainnya. Karena ditakutkan begitu kita baurkan nanti malah menggalang kekuatan dengan menyebar paham yang tidak benar,” jelas Suyatna.

Dalam pembinaan khusus itu, nantinya sekira ideologi narapidana terorisme telah sesuai dengan ideologi yang benar kemudian akan diperlakukan sama dengan narapida yang lainnya.

“Kalau yang bersangkutan sudah mengakui selama ini ideologi yang dilakukan itu salah, tidak masalah lagi kita baurkan dengan tahanan lainnya. Yang terpenting kita merubah karakternya dulu,” pungkasnya dikutip Antara. (Zu/Merdeka)

%d blogger menyukai ini: