Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Fahri Hamzah-PKS Saling Serang

Fahri Hamzah-PKS Saling Serang

Sketsanews.com – Pendiri PKS Fahri Hamzah masih tak habis pikir atas pemecatan dirinya. Wakil Ketua DPR ini mengklaim tak mudah membangun partai yang awalnya bernama Partai Keadilan hingga besar seperti saat ini.

Fahri Hamzah
Fahri Hamzah

Menurut Fahri, ia dan beberapa kolega harus melalui masa sulit sampai PKS memiliki kader-kader hebat. Sebagai deklarator, Fahri mempertanyakan keanggotaan petinggi PKS.

“Karena terus terang saja, saya bersama teman-teman mendirikan partai, setelah melalui masa sulit pergolakan reformasi dan lain-lain. Sementara ada pimpinan partai ini, yang kita lagi berjuang, dia masih sekolah,” tegas Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/4/2016).

Mereka yang memecat Fahri dinilai tak tahu bagaimana awalnya partai bisa menjadi sebesar ini. Itu lah yang menurut Fahri menjadi salah satu pemicu pemecatan dirinya.

“Tapi kan kita yang dijadikan korban dengan proses (pemecatan) yang banyak masalah,” ujar Fahri.

Namun, Fahri tak mau terlalu memikirkan kelakuan partai yang bahkan sudah menyiapkan Ledia Hanifa sebagai penggantinya di kursi pimpinan DPR. Ia hanya akan fokus pada proses hukum yang diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Selama ini tidak ada proses pergantian anggota. Jika keputusa partai digugat, posisi anggotanya itu tetap, menunggu proses hukum hingga inkrah,” ucap Fahri.

Fahri resmi dipecat melalui putusan Majelis Tahkim No.02/PUT/MT-PKS/2016 yang menerima rekomendasi BPDO, memberhentikan Fahri dari semua jenjang keanggotaan partai. Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menyatakan, Fahri gagal menonjolkan karakteristik partai yang mengedepankan dakwah melalui kedisiplinan dan kesantunan.

PKS mencatat beberapa kesalahan fatal yang dilakukan Fahri. Kesalahan itu dilakukan meski teguran keras telah diberikan. Mahkamah Kehormatan Dewan pernah diputus melanggar kode etik ringan karena menyebut anggota DPR ‘rada-rada bloon’ dalam sebuah acara.

Tak cukup di situ, Fahri kembali memberikan pernyataan kontroversial soal Komisi Pemberantasan Korupsi. Mengatasnamakan DPR, Fahri sepakat membubarkan lembaga antirasuah.

Selain itu, Fahri dianggap bersalah ketika pasang badan untuk tujuh proyek DPR. Sikap itu bukan merupakan arahan Pimpinan PKS sebagai wadah berpolitik Fahri. Padahal, Fahri telah diingatkan untuk mengedepankan terobosan ketimbang kebanyakan bicara proyek. (Zu)

%d blogger menyukai ini: