Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News, Opini Pihak Lapas Menutupi Proses Pemindahan Abu Bakar Baasyir

Pihak Lapas Menutupi Proses Pemindahan Abu Bakar Baasyir

Pemindahan itu dimaksudkan untuk lebih membantu Baasyir karena semakin berumur dan untuk alasan kemanusiaan

Abu Bakar Ba'asyir
Abu Bakar Ba’asyir

Sketsanews.com – Abu Bakar Baasyir resmi dipindahkan dari LP Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, ke LP Gunung Sindur, Bogor. Dalam pemindahan ini Baasyir tidak sendirian ‘ditransfer’ dari Lapas Pasir Putih Nusakambangan ke Lapas Gunung Sindur. Ada napi teroris lain yang ikut dipindahkan.

Napi tersebut adalah Muhammad Natsirudin. Pria yang memiliki nama alias Cecep ini merupakan terpidana kasus terorisme dan dihukum 5 tahun 8 bulan penjara terkait pelatihan ala militer di Poso.

Natsirudin dikenal sebagai sosok yang membantu kebutuhan Baasyir selama di Lapas Pasir Putih. Baasyir sendiri sudah cukup berumur dan memerlukan bantuan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. “Memang ada napi teroris lain yang ikut dipindah ke Gunung Sindur,” ujar Kepala Humas Dirjen PAS Akbar Hadi saat dikonfirmasi Sabtu (16/4/2016).

Khusus untuk pemindahan Abu Bakar Baasyir, Akbar mengatakan pemindahan itu dimaksudkan untuk lebih membantu Baasyir karena semakin berumur. Akbar mengatakan proses pemindahan itu juga melibatkan tim dokter. “Untuk alasan kemanusiaan,” kata Akbar.

Sejumlah anggota Densus 88 dan Detasemen B Brigade Mobil Kepolisian Jawa Barat dan sejumlah mobil serta motor patroli Kepolisian Resor Bogor. Mulai dari depan pintu gerbang hingga dalam area lapas, terlihat sejumlah petugas polisi yang dilengkapi senjata laras panjang tengah berjaga-jaga. mengawal ketat proses pemindahan terpidana kasus pendanaan pelatihan militer di wilayah Aceh itu.

Pemimpin mantan Majelis Mujahidin Indonesia ini diberangkatkan dari Lapas Pasir Putih pada pukul 10.15 WIB menuju Bandara Tunggul Wulung Cilacap. Dia diterbangkan menggunakan pesawat carteran bernomor ekor P4010 milik kepolisian, menuju Jakarta. Pendiri Pondok Pesantren Islam Al Mukmin itu tiba di Lapas Klas III Gunung Sindur tepat pukul 12.05 WIB, Sabtu (16/4/2016). Dia dipindahkan dengan menggunakan baracuda.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Kantor Wilayah Provinsi Jawa Barat, Agus Toyib mengatakan Abu Bakar ditempatkan di ruang khusus supaya tidak bercampur dengan napi yang lain. “Karena usianya sudah uzur, jadi kami tempatkan di ruangan khusus,” kata Agus tanpa menyebutkan kamar atau blok mana yang akan ditempati Abu Bakar Baasyir. “Yang jelas terpisah dari narapidana lain,” lanjut Agus.

Tak ada pengacara atau keluarga yang mendampingi Baasyir. Hanya terlihat puluhan personel Brimob. Baasyir menjalani masa tahanan 15 tahun penjara terkait kasus terorisme. Sejak 2012 silam, dia menghuni ruang isolasi LP Pasir Putih. Mulai hari ini, dia menempati LP Gunung Sindur.

Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Achmad Michdan mengaku baru menerima informasi soal pemindahan Abu Bakar Baasyir dari LP Pasir Putih Nusakambangan ke Gunung Sindur, Bogor. Oleh sebab itu, tidak ada satu pun penasihat hukum Abu Bakar Baasyir yang mengikuti proses pemindahan ini.

Michdan mengkritik sikap pihak lapas yang seolah menutupi proses pemindahan ini. Kendati, kata dia, isu tersebut sudah ramai dibicarakan sejak pekan lalu. “Tindakan apapun yang akan dilakukan pihak Lapas kepada terpidana mestinya memberitahu kepada kuasa hukumnya,” kata Michdan, Cilacap, Sabtu (16/4/2016).

Dia juga mengaku tidak tahu alasan pemindahan Abu Bakar Baasyir ke Gunung Sindur. Terlebih usia Baasyir yang sudah tua dan sakit-sakitan. Keluarga dan TPM berharap Baasyir dipindah ke lapas yang dekat dengan keluarga. “Jadi saya diberitahu tadi pagi, sekitar hampir jam tujuh, dalam perjalanan dari Pasir Putih ke Airport Cilacap. Nggak tahu kita, yang mindahin siapa, cerita juga tidak. Kita nggak ngerti pemindahannya karena apa,” ujar Michdan.

TPM berencana bertemu dengan Baasyir di Gunung Sindur Senin besok. Keluarga Baasyir, terakhir bertemu Rabu 13 April 2016 di Lapas Pasir Putih. Namun saat itu Baasyir juga tidak bercerita akan dipindahkan.

“Pengawalaan pemindahan Abu Bakar Baasyir dilakukan bersamaan dengan masuknya Fredy Budiman. Hal ini dilakukan di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap,” kata Bintoro. Dia mengungkapkan kepolisian mengerahkan 150 personel gabungan untuk mengamankan pemindahan Abu Bakar Baasyir. Satuan Brimob dari Polres Banyumas juga diperbantukan.

Fredy Budiman
Fredy Budiman

Selain itu ada juga napi lain dipindah ke Nusakambangan, Cilacap. Dia adalah Freddy Budiman, gembong narkoba yang divonis mati. Sebelumnya, Freddy menempati LP Gunung Sindur, Bogor.
Pesawat kepolisian mendarat di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, sekitar pukul 10.10 WIB, Sabtu (16/4/2016). Pesawat tersebut bernomor ekor P4101.

Tak diketahui posisi dan penampilan Freddy karena puluhan polisi berkerumun. Tak lama kemudian, rombongan Freddy pergi meninggalkan bandara. Pada saat bersamaan, iring-iringan Brimob yang membawa Baasyir tiba. Beberapa menit kemudian, pesawat berangkat ke Jakarta.

Freddy pernah menghuni Nusakambangan. Tepatnya pada Juli 2013 silam . Dia berpindah-pindah karena meski di dalam LP, dia bisa mengendalikan bisnis narkoba. Nah terakhir, dia menghuni LP Gunung Sindur sejak Desember 2015. “Iya, itu Freddy Budiman masuk (Nusakambangan),” kata Kalapas Pasir Putih, Eka Hendra Putra, soal pemindahan Freddy ke Nusakambangan. Hal ini disampaikan Eka saat dihubungi wartawan.

Juru Bicara Kepolisian Cilacap Bintoro Wasono membenarkan pemindahan Abu Bakar Baasyir dari Nusakambangan dilakukan bersamaan dengan masuknya terpindana mati narkoba, Fredy Budiman dari Gunung Sindur ke Nusakambangan.

Sementara, suasana dermaga resmi Penyeberangan ke Pulau Nusakambangan, Wijayapura terlihat normal dipindahnya pemindahan terpidana terorisme. Hanya nampak sejumlah anggota polisi berpakaian dinas dan preman yang berjaga di pintu dermaga. Tidak ada aktivitas berlebih. (Vi)

%d blogger menyukai ini: