Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Ustadz ABB Dipindah Setelah Luhut Panjaitan Bertemu Direktur Intelijen Amerika

Ustadz ABB Dipindah Setelah Luhut Panjaitan Bertemu Direktur Intelijen Amerika

Oleh : Mega Simarmata

Sketsanews.com – Selang beberapa hari setelah Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan bertemu dengan Direktur Badan Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS), James Robert Clapper Jr, ternyata terpidana Ustadz Abu Bakar Baasyir dipindah lokasi tahanannya dari LP Nusa Kambangan ke LP Gunung Sindur.

Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan berbincang dengan Senator John McCain (tengah) dan James Clapper (kanan) dalam sebuah acara di Amerika Serikat pekan lalu
Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan berbincang dengan Senator John McCain (tengah) dan James Clapper (kanan) dalam sebuah acara di Amerika Serikat pekan lalu

Pekan lalu, Luhut bertemu dengan sejumlah politisi dan pejabat penting Amerika Serikat di bidang intelijen.

Diantara adalah dengan Direktur Badan Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS), James Robert Clapper Jr.

James Clapper adalah pejabat intelijen sangat berpengaruh yang kini tetap dipercaya oleh Pemerintahan Obama.

Terlihat jelas bahwa untuk urusan intelijen, James Clapper tetap sangat berpengaruh.

Setelah pekan lalu Luhut bertandang ke Amerika, publik dapat mengikuti berita soal perpindahan lokasi tahanan Ustadz Abu Bakar Baasyir.

Perpindahan itu dilakukan pada hari ini, Sabtu 16 April 2016, bertepatan dengan HUT Kopassus.

Luhut sendiri sedang berada di Mako Kopassus Cijantung saat proses perpindahan terhadap Ustadz Abu Bakar Baasyir dilakukan.

Selain Luhut, tamu lain yang ikut menghadiri upacara HUT Kopassus adalah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Polisi Tito Karnavian.

Memang sulit membuktikan atau menghubung-hubungkan tentang ada atau tidaknya campur tangan Amerika Serikat tentang perpindahan lokasi tahanan Ustadz Abu Bakar Baasyir.

Jika pun ada campur tangan Amerika, yakinlah tak akan ada yang bisa dimintai konfirmasinya.

Dan bisa-bisapun akan dibantah.

Tapi dalam analisa saya, rencana perpindahan lokasi tahanan Ustadz Abu Bakar Baasyir pasti sudah dikomunikasikan Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Amerika Serikat.

image

Ustadz ABB adalah target buronan terpenting untuk Pemerintah Amerika Serikat dalam kasus terorisme.

Sehingga mustahil jika rencana perpindahan lokasi tahanannya tidak di komunikasikan Jakarta ke Washington.

Hari Sabtu (16/4/2016) ini, terpidana kasus terorisme, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dipindahkan dari Lapas Pasir Putih, Pulau Nusakambangan ke Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

Pemindahan itu, dimaksudkan untuk alasan kemanusiaan.

“Pemindahan itu dimaksudkan alasan kemanusiaan, agar akses untuk perawatan kesehatannya lebih mudah,” kata Kepala Bagian Humas Ditjen Pemasyarakatan, Akbar Hadi saat dikonfirmasi, Sabtu (16/4/2016).

Pemindahan tersebut, sambung Akbar Hadi, mendapat pengawalan dari petugas pengamanan dan dokter dari Ditjen PAS dibantu satu peleton dari Brimob. “Pengawalannya ketat,” sambungnya lagi.

Selain itu juga, terpidana mati narkoba, Fredy Budiman kembali dijebloskan ke Lapas Nusakambangan dari Lapas Gunung Sindur. Fredy menempati sel isolasi bekas Ustadz ABB di LP Nusa Kambangan.

Menko Polhukam Luhuy Binsar Panjaitan didampingi Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan KSAD Mulyono saat menghadiri HUT Kopassus ke 64, Sabtu 16 April 2016

Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan didampingi Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan KSAD Mulyono saat menghadiri HUT Kopassus ke 64, Sabtu 16 April 2016

Satu hal yang perlu di ingatkan disini kepada Pemerintah Indonesia bahwa Ustadz ABB harus diperlakukan sangat manusiawi.

Beliau sudah sepuh.

Sakit-sakitan pula.

Jika petugas Lapas mengatakan bahwa Ustadz ABB dalam keadaan sehat walafiat maka saya yakin itu hanya omong kosong.

Saya sudah 11 tahun meliput di Polri.

Saya mengikuti seluruh perkembangan berita soal penanganan terorisme di Indonesia.

Setahu saya, Ustadz ABB mengalami gangguan di mata.

Lalu faktor usia lanjut, tentu akan mengurangi ketahanan fisik beliau.

Biarkan beliau ini bisa bertemu dengan pihak keluarga.

Biarkan beliau ini bisa sholat berjamaah, tentu dengan pengawalan ketat.

Mau seketat apapun pengawalan, biarkan beliau menunaikan ibadah.

Jangan halangi semua proses pengobatan.

Saya yakin di balik kunjungan Luhut ke Amerika, negara adidaya ini tetap sangat banyak permintaan dan arahan soal bagaimana Indonesia harus bertindak dalam menangani terorisme.

Tak masalah dan tak apa.

Sepanjang tidak mengganggu kedaulatan NKRI.

Jadi ada atau tidak adanya campur tangan dan intervensi Amerika Serikat terhadap perpindahan lokasi tahanan Ustadz Abu Bakar Baasyir, saya tetap menyerukan dan menghimbau agar Ustadz ABB diperlakukan secara manusiawi dalam arti yang sesungguhnya. (Zu)

%d blogger menyukai ini: