Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Ini Alasan Polri Ingin Periksa Ayah Siyono dalam Sidang Etik Densus 88

Ini Alasan Polri Ingin Periksa Ayah Siyono dalam Sidang Etik Densus 88

1615341IMG-20160413-113528780x390

Sketsanews.com – Ayah almarhum Siyono, Marso, menjadi salah satu saksi yang dipanggil oleh Majelis Etik Polri dalam sidang etik terkait dugaan pelanggaran disiplin anggota Densus 88.

Dilansir dari Kompas, Analis Kebijakan Madya Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto mengatakan, majelis membutuhkan kesaksian Marso terkait otopsi jenazah Siyono.

“Jadi setiap apa yang dilihat oleh saksi seperti keluarganya pada waktu mau otopsi bagaimana, itu kan jadi kesaksian juga,” ujar Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (20/4/2016).

Marso juga sedianya akan diminta kesaksian soal penangkapan Siyono dan kejadian setelah Siyono meninggal.

Marso sebagai perwakilan keluarga Siyono menandatangani lembar persetujuan yang menyatakan bahwa keluarga tidak melakukan upaya hukum atas kematian Siyono.

Selain ayah Siyono, kepala desa dan lurah tempat tinggal Siyono pun diperiksa.

“Dalam prosesnya, tentunya keterangan saksi baik dari Densus, Pak lurah, dan keluarga menjadi masukan dan pertimbangan,” kata Rikwanto.

Pada Selasa (19/4/2016), Marso dipanggil untuk melengkapi berita acara pemeriksaan anggota Densus 88 AKP H.

Sementara hari ini sedianya Marso diperiksa untuk berkas BAP anggota Densus 88 AKBP MT.

Namun, Marso menolak bersaksi karena tidak boleh didampingi pengacara. Ia memilih kembali ke kampungnya di Klaten pada Selasa malam.

Majelis tidak mengijinkan pengacara ikut masuk dalam ruang pemeriksaan karena dilangsungkan tertutup.

Menurut Polri, Siyono meninggal dunia seusai berkelahi dengan satu anggota Densus 88 di dalam mobil. Saat itu, petugas membawa Siyono untuk memperlihatkan bunker penyimpanan senjata.

Di tengah perjalanan, Siyono meminta borgolnya dibuka. Petugas pun membukanya karena Siyono dianggap kooperatif.

Namun, menurut polisi, Siyono justru melawan dan menyerang petugas di sampingnya. Anggota Densus 88 pun melakukan perlawanan sehingga perkelahian pun tak terelakkan.

Berdasarkan hasil visum Polri, ada pendarahan di kepala bagian belakang Siyono sehingga membuatnya langsung tewas.

Sementara itu, hasil otopsi PP Muhammadiyah menunjukkan hasil lain. Menurut Muhammadiyah, penyebab kematian Siyono karena patahnya tulang dada yang menekan jantungnya. (Zu)

%d blogger menyukai ini: