Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Indonesia–Inggris Teken Lima Perjanjian Kerjasama Multisektor

Indonesia–Inggris Teken Lima Perjanjian Kerjasama Multisektor

2016_04_20-17_16_25_9ef8ed6700fced3b02fb7676a01777be_620x413_thumb

Salah satunya MoU Garuda Indonesia dengan Airbus senilai 1 miliar poundsterling atau sekitar Rp 18 triliun untuk pembelian 14 pesawat

Sketsanews.com – Selain pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kerajaan Inggris David Cameron, Presiden Joko Widodo juga menyaksikan penandatanganan sejumlah kerjasama antara Indonesia dan Inggris. Perjanjian kerjasama merupakan bentuk capaian yang diperoleh dari kunjungan resmi Presiden Joko Widodo ke Inggris.

Ada lima nota kesepahaman (MoU) yang disepakati kedua negara dan disaksikan Jokowi dan Cameron di kawasan Downing Street 10 di Kota London, (20/4). Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Kepala Bekraf Triawan Munaf, dan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Arif Wibowo.

Dilansir dari Katadata, MoU pertama adalah kerjasama Industri-Industri Kreatif . MoU ini membuka kesempatan kerjasama dalam pengembangan keahlian melalui pendidikan dan pelatihan bagi industri kreatif. Kerjasama ini bisa jadi pijakan untuk pengembangan model pembiayaan ekonomi kreatif termasuk sumber pendanaan dan investasi. Kemudian menekankan pentingnya pengembangan jaringan kota-kota kreatif.

Kedua, MoU kerja sama informasi penyelenggaraan event olah raga dunia. Kerjasama ini memberikan kerangka berbagi pengalaman dan informasi untuk memaksimalkan pengembangan perdagangan, meningkatkan peluang bisnis, serta formulasi perencanaan dan investasi yang diharapkan dapat diperoleh dari penyelenggaraan event olahraga dunia. Inggris pernah menjadi tuan rumah Olimpiade London pada 2012 dan Indonesia sedang bersiap menjadi penyelenggara Asian Games 2018.

Ketiga, MoU di sektor kelautan dan perikanan yang merupakan turunan dari MoU maritim kedua negara yang diteken di Jakarta, pada 27 Juli tahun lalu. MoU ini membuka kerja sama pada sejumlah bidang antara lain:  kerja sama informasi untuk pemberantasan penangkapan ikan terlarang (illegal fishing), riset kelautan dan perikanan, konservasi keanekaragaman hayati, sistem manajemen perikanan dan peningkatan kapasitas SDM. Selain itu juga telah didirikan sebuah komite kerja teknis untuk membicarakan lebih lanjut kerja sama ini.

Keempat, Mou di bidang pendidikan tinggi. Kerjasama ini diharapkan dapat membantu peningkatan pengembangan pendidikan di masing-masing negara. Ini bertujuan untuk mendorong pengembangan program bilateral antar lembaga pendidikan tinggi kedua negara dengan prinsip saling menguntungkan, serta penyediaan beasiswa bagi pelajar kedua negara.

Kemudian MoU yang melibatkan Badan Usaha Milik Negara di sektor aviasi, Garuda Indonesia dengan produsen pesawat di Eropa. Perjanjian kerjasama dengan Airbus ini terkait restrukturisasi armada A330-300 yang telah dipesan Garuda dengan armada A330-900neo. Garuda menambah pesanan pesawat dari yang awalnya tujuh armada A330-300, menjadi 14 armada A330-900neo, yang akan mulai diterima pada 2019.

“Armada A330-900neo memiliki beberapa keunggulan seperti konsumsi bahan bakar yang lebih efisien, biaya perawatan yang lebih rendah, dan kemampuan jelajah yang lebih baik. Armada ini dilengkapi dengan fitur kabin ‘new Airspace’ khas Airbus yang akan memberikan berbagai keuntungan bagi maskapai dan penumpang” ujar Chief Operating Officer Airbus Tom Williams.

Sebagian komponen pesawat dibuat di Inggris dan sebagian dibuat di negara lain di Eropa. Adapun mesin dari pesawat ini menggunakan mesin Roll Royce. Makanya dalam MoU ini juga ada kesepakatan kerjasama dengan Rolls Royce untuk melatih junior, insinyur dan teknisi Indonesia di dalam negeri. Sehingga Garuda Indonesia bisa punya kemampuan untuk merawat mesin Rolls Royce yang lebih besar dan luas.

“Kesepakatan besar lebih dari 1 miliar poundsterling (sekitar Rp 18,9 triliun). Harapan kami jumlah deals yang ditandatangani di London lebih besar dari negara lain selama tahun ini,” ujar Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik seperti dikutip di situs resmi Sekretaris Kabinet, Rabu (20/4).

Menurut Moazzam, tidak ada jumlah atau angka pasti dalam kerjasama ekonomi yang lain. Namun, ada harapan kedua negara untuk meningkatkan perdagangan. Dia menjanjikan akan ada jumlah investasi yang dan jumlah perdagangan yang sangat besar yang akan diumumkan.

Ada harapan dari kedua negara untuk meningkatkan kerjasama dalam beberapa bidang, seperti maritim, industri kreatif, dan infratsruktur, khususnya aerospace. Karena, kata Moazzam, di Inggris ada banyak perusahaan yang mampu membuat pesawat, satelit, desain bandara, atau keamanan di sektor aviasi. “Hari ini kita tanda tangani MoU untuk kerja sama di industri kreatif, tetapi selain itu ada banyak lagi, misalnya energi baru terbarukan. Jadi, ada banyak,” ujarnya. (Zu)

%d blogger menyukai ini: