Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News GEMASABA Jatim Ajak Mahasiswa Perangi Teroris

GEMASABA Jatim Ajak Mahasiswa Perangi Teroris

Picture2

Sketsanews.com – DPW Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (GEMASABA) Jawa Timur pada Jumat (22/4), mengadakan dialog interaktif guna mengajak organisasi mahasiswa ekstra kampus se-Malang raya untuk melawan ideologi ISIS, Jaringan Islam radikal, dan aksi terorisme, yang saat ini marak terjadi di Indonesia.

Bersama PMII, HMI, GMNI dan beberapa organisasi yang lainya, mereka menggelar deklarasi “menolak ideologi ISIS, Jaringan Islam radikal dan terorisme melalui ajaran Islam Rahmatan Lil Alamin” di ruang auditorium Gedung C Hall Usman Mansyur Universitas Islam Malang, Jumat (22/4/2016).

Dari pantauan Sketsanews dilokasi, narasumber dalam acara tersebut adalah Ketua PC NU Kota MAlang Dr. KH. M. Isroqun Najah, M.A.g, Sekretaris MUI Kota Malang Ir. Baroni, MM, Wakil Ketua FKUB Kota Malang Drs. H. Nursalim, M.Pd.I dan Kasat BINMAS POLRESTA Malang AKP. Imam Mustolih, SH, S.IK

Wakil Ketua FKUB Kota Malang Drs. H. Nursalim, M.Pd.I menyampaikan bahwa kita harus mewaspadai jaringan-jaringan Islam radikal yang sudah banyak bermunculan di tengah-tengah masyarakat kita seperti, JAT, JAS dan ISIS.

Drs. H. Nursalim, M.Pd.I (kanan) Wakil Ketua FKUB Kota Malang
Drs. H. Nursalim, M.Pd.I (kanan) Wakil Ketua FKUB Kota Malang

Ketua Gemasaba Kota Malang, Niriyanto Adnan mengatakan mahasiswa haruslah bisa menangkal ideologi yang tidak sesuai dengan bangsa Indonesia. “Hari ini kita mendeklarasikan itu, agar ideologi atau paham yang tidak sesuai dengan bangsa Indonesia terutama ideologi Islam radikal kita perangi mulai saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Malang Kota, AKP Imam Mustolih yang menjadi salah satu pemateri diskusi mengungkapkan Binmas Polres Malang Kota menghimbau dan menggalakan program Babinpeka (Babin Kantibmas Peduli Keamanan). “Harapanya kita bisa mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkunganya,” katanya.

Dia menambahkan perlu dilakukan sistem keamanan kampung, dengan wajib lapor 1×24 jam terhadap tamu asing yang ada di lingkungan masyarakat. Karena merebaknya aksi teror di Indonesia dan ditangkapnya beberapa pelaku terorisme di wilayah Malang Raya, diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih ketat mengawasi wilayahnya.

“Siapa yang menyangka jika teroris ada dimana-mana disekitar kita, mereka mengetahui kita, tetapi kita tidak tahu sepak terjang mereka, ibaratnya kita di tempat terang mereka berada di tempat yang gelap. Contohnya tahun 2005 Dr Azhari di Kota batu dan terjadi penangkapan di Greenhells Karang Ploso, yaitu jaringan kelompok bom Sarinah. Untuk itu perlu sistem keamanan kampung agar mampu menangkal bahaya radikal sejak dini,” ujarnya.  (Vi)

%d blogger menyukai ini: