Sketsa News
Home Berita Terkini, News, Tekno-Sains Robotik Unissula Juara Dunia Kalahkan Robot Tiongkok dan Israel

Robotik Unissula Juara Dunia Kalahkan Robot Tiongkok dan Israel

Sketsanews.com – Tim Robotik Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) yang mewakili Indonesia berhasil menjadi juara umum kontes Robot International dalam ajang Trinity College International Fire Fighting Home Robot Contest yang diselenggarakan pada 2-3 April di Oosting Gymnasium Trinity College Ferris Athletic Center, Hartford, Amerika Serikat.

Tim Unissula terdiri dari Faisal Aminuddin (Ketua tim), La Ode Muhammad Idris, dan Ahmad Zuhri. membawa empat robot terdiri dari dua robot pemadam api beroda bernama Khaum I dan Khaum II serta dua robot pemadam api berkaki, dengan nama Sultan Agung I dan Sultan Agung II.

Tim robotik Unissula berhasil menjadi juara umum setelah memborong berbagai juara antara lain robot pemadam api beroda berhasil menjadi juara I dan II pada kategori senior. Menjadi juara I dan II pada kelas Robot pemadam api berkaki, meraih penghargaan grand performance (robot dengan performa terbaik) serta best score (memperoleh nilai tertinggi) pada level 2 dan 3.

Tim robotik yang terdiri dari tiga mahasiswa Fakultas Teknologi tersebut bersaing dengan 80 tim kontestan dari berbagai negara seperti Tiongkok, Israel, Indonesia serta dari berbagai negara bagian di Amerika Serikat. Lomba tersebut dibagi kedalam empat kategori yang berbeda yaitu; junior division untuk siswa tingkat dasar, high school untuk siswa SMA, senior category untuk mahasiswa dan umum serta walking category untuk kategori robot pemadam api berkaki.

Perlombaan yang berlangsung selama dua hari dibagi dalam tiga level permainan. Dalam setiap level terdapat tantangan dengan tingkat kesulitan yang semakin meningkat dalam setiap level permainan. Pada level satu robot dari Israel sempat mendominasi dan pada dua level selanjutnya Khaum 1 dan Kahum II dari Unissula berhasil mendominasi dan selanjutnya berhasil meraih skor tertinggi yang mengantarkan keduanya meraih juara I dan II.

Idris mengatakan jerih payah siang malam mempersiapkan robot untuk bersaing di Amerika akhirnya membuahkan hasil maksimal. “Banyak kendala yang dialami tim baik selama persiapan maupun pada saat menjalani lomba di Amerika. Salah satu kendala yang paling berat adalah perubahan role atau peraturan lomba yang mendadak, membuat kesiapan menjelang lomba menjadi terganggu. Bahkan sehari menjelang lomba ada perubahan peraturan baru sehingga robot yang sudah dibuat harus diseting ulang dan bahkan tim sempat kesulitan unutk mendapatkan komponen yang dibutuhkan karena berada di negara yang baru pertama mereka kunjungi.” Tutur Idris.

Masih menurut Idris “Kami sangat bersyukur kepada Allah bisa menjadi juara umum di negara yang selama ini menjadi kiblat kemajuan teknologi dunia, kami juga sangat bangga sebagai wakil resmi Indonesia bisa mengibarkan bendera merah putih dengan penuh rasa bangga sebagai putra Indonesia. Tak lupa kami mengucapkan terimakasih atas segala dukungan termasuk dari Kemenristekdikti yang ikut mendampingi selama acara” pungkas Idris.

Sementara itu wakil rektor III, Sarjuni SAg.,M.Hum yang mendampingi langsung di Amerika, mengungkapkan rasa syukur dan bangga “Kami berterimakasih atas doa dan dukungan civitas akademika, pimpinan Unissula dan Pengurus YBWSA atas prestasi tersebut. Ini membuktikan bahwa para mahasiswa Unissula juga bisa bersaing di level internasional dan bahkan bisa menjadi juara umum tentu ini prestasi yang sangat membanggakan”. Ungkap Sarjuni.

Selain Sarjuni tim Unissula juga didampingi langsung oleh Dekan Dr Arttini dan pembimbing tim robotic Bustanul Arifin ST MT.

Dalam kesempatan tersebut Indonesia mengirimkan dua universitas sebagai wakil negara pada ajang tersebut yang merupakan juara nasional pada Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) tahun 2015 yakni Unissula sebagai juara untuk kategori beroda dan Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang, yang merupakan juara untuk kategori berkaki. (/Unissula)

Susah Urus Visa ke Amerika Gara-gara Nama Arab

Diawali dengan sulitnya mengurus Visa ke Amerika, mereka hampir tidak bisa terbang mengikuti perlombaan. “Kami akan pergi ke Amerika. Visa sempat susah keluar lantaran nama anak-anak kami berbau Arab. Mereka adalah Ahmad Zuhri, Faisal Aminuddin dan La Ode Muhammad Idri,” kata Dekan Fakultas Teknologi Industri Dr Arttini, Rabu (20/4) siang saat bertemu Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran.

Permasalahan tidak berhenti di situ. Cobaan harus mereka hadapi ketika panitia lomba menghendaki tidak menggunakan amplitudo. Sehingga mereka harus mengganti sensor dan kelengkpan dalam waktu sehari.

Di hotel dengan penerangan minim mereka lembur mengganti spare part yang harus segera diselesaikan. “Suhu di sana juga sangat dingin, mencapai minus 3 derajat celcius,” kata Muhammad Idris.

Namun dengan semangat yang tinggi akhirnya Tim Robotik Unissula mampu mengalahkan tim unggulan, seperti tim dari Israel dan tim tuan rumah kemudian menyingkirkan tim dari Tiongkok untuk meraih kemenangan. (ade/MetroSemarang)

 

(in)

%d blogger menyukai ini: