Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Dokumen Rahasia: Arab Saudi Terlibat Serangan WTC

Dokumen Rahasia: Arab Saudi Terlibat Serangan WTC

Mantan Senator AS, Bob Corker

Sketsanews.com – Hampir 15 tahun setelah serangan teroris pada 11 September atau “nine eleven” 2001 ke Amerika Serikat, sebuah dokumen rahasia tentang keterlibatan negara asing diharapkan bisa segera diungkapkan kepada umum.

Dikutip dari Kompas, yeroris saat itu telah membajak empat pesawat dan menabrakkannya ke gedung World Trade Center (WTC) di New York, Pentagon dekat Washington DC, dan ladang pertanian di Pennsylvania,

Keterlibatan Arab Saudi diungkap dalam dokumen rahasia setebal 28 halaman yang merinci bantuan asing bagi para penyerang, seperti dilaporan Voice of America, Senin (25/4/2016).

Hanya sekelompok tertentu para pejabat AS telah membaca dokumen yang sangat rahasia itu. Naskah telah digembok dalam tempat yang aman gedung Kongres AS sejak komisi bersama Kongres membuatnya tahun 2002.

Rancangan dalam Senat dan DPR dan orang yang turut menulisnya menghendaki pengungkapan dokumen tersebut. Salah satu di antaranya mantan Senator Bob Corker, yang turut dalam komisi bersama itu.

Corket, Minggu (24/4/2016),  dalam wawancara acara NBC ‘Meet The Press’, mengatakan, dokumen itu sebaiknya diungkapkan untuk mengakhiri perdebatan mengenai apa yang dimuat dan membiarkan masyarakat AS menentukan sendiri sikap mereka mengenai isi dokumen itu.

Ketika ditanya apakah pengungkapan itu akan menimbulkan dampak negatif tingkat tinggi, Corker menjawabnya “ya.”

Hampir 15 tahun setelah teroris membajak empat pesawat penumpang dan menabrakkan pesawat itu bebeberapa tempat di AS, 28 halaman yang merinci bantuan asing bagi para penyerang “nine eleven” akan dapat segera diungkapkan kepada umum.

Walaupun berstatus rahasia, orang-orang yang mengetahui tentang dokumen itu telah menyebut-nyebut secara tidak langsung mengenai hubungannya dengan Arab Saudi.

Orang pun bertanya-tanya apa sebenarnya kaitan yang dimuat dalam dokumen itu.

Corket mengatakan apakah ke-19 pembajak, 15 dari mereka adalah warga Arab Saudi, memperoleh bantuan dari luar? Itu adalah pertanyaan paling penting yang berhubungan dengan serangan 11 September, 2001 yang menewaskan hampir 3.000 orang.

“Saya kira tidak masuk akal bahwa orang yang tidak dapat berbahasa Inggris, belum pernah di Amerika Serikat, sebagai satu kelompok tidak berpendidikan baik, dapat melakukannya,” kata Corket.

“Jadi, siapa badan hukum yang paling mungkin telah menyediakan bantuan kepada mereka? Dan saya kira semua bukti menunjuk pada Arab Saudi,” tambahnya.

Mantan Presiden George W Bush memerintahkan dokumen 28 halaman itu dirahasiakan dan jangan diikutkan dalam laporan 828 halaman Kongres yang diungkapkan kepada umum.

Penggantinya, Barack Obama, telah memerintahkan tim intelijennya meninjau kembali bab itu. Corket mengatakan ia berharap naskah itu akan disajikan kepada umum ketika keputusan diambil sebelum Juni.

Pekan lalu, Arab Saudi telah mengancam akan menjual seluruh aset AS di negara itu jika menuding Riyadh terlibat dalam serangan “nine eleven”. (Zu)

%d blogger menyukai ini: