Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Ali Imron: ISIS Lebih Sinting Dan Lebih Radikal

Ali Imron: ISIS Lebih Sinting Dan Lebih Radikal

Picture1

Sketsanews.com, Malang – Mantan pelaku  bom Bali I Ali Imron mengatakan, aksi teror yang dilakukan oleh kelompok ISIS jauh lebih radikal dan lebih ekstrem dari pada para pelaku bom Bali. Bahkan dengan nada tinggi ia mengungkapkan bahwa ISIS lebih sinting dan radikal. Karena mereka mengkafirkan semua umat manusia  yang tidak sepaham dengan mereka.

Hal itu diungkapkan Ali Imron dalam Seminar Pencegahan Radikalisme yang digelar Resimen Mahasiswa Nasional Indonesia di Kota Malang. “ISIS lebih sinting lebih radikal. Saya yang juga radikal tapi saya dikafirkan oleh mereka, semua orang dikafirkan. Mereka tidak jihad dijalan Allah SWT mereka dipengaruhi setan,” ujar Ali Imron (25/4/2016).

Ia juga menceritakan pengalamanya menjadi Akademi Militer Mujahidin Afganistan, bagaimana ia mempelajari semua hal terkait di medan perang. “Saya pelajari disana bagaimana cara merakit bom, senjata kecil yang seperti bulpen, pistol, sampai tank saya bisa. Bahkan ketika saya kabur dan merebut tank saya bisa mengoperasikannya,” paparnya.

Ali Imron menganggap, pemahaman ISIS tentang jihad masih salah, karena membunuh dan mengkafirkan orang yang tidak bersalah bahkan kaum muslimin. Selain itu mereka direkut atas dasar semangat atau emosi tanpa dibekali cara menjaga diri atau menyerang.

“Jihad itu di medan perang. Saya menolak jihad dengan cara yang salah seperti mengembom dan membantai,” ujar Ali Imran, Senin, (25/4/2016). Hal itu dikatakannya saat menjadi pembicara dalam seminar anti terorisme yang diselenggarakan Resimen Mahasiswa Mahasurya Jawa Timur.

“Jihad yang seharusnya di medan perang, diotak-atik jadi seperti ini,”katanya.

Hingga saat ini ia akan terus berjihad, namun ke jalan yang damai dan bukan dengan cara membunuh. Dalam tragedi bom Bali I tahun 2002 lalu, adik dari terpidana mati kasus terorisme, Amrozi, ini mengaku sudah sempat beberapa kali menolak aksi pengeboman yang dilakukan oleh Muklas.

Dalam tragedi bom Bali I tahun 2002 lalu, Ali mengaku sudah sempat beberapa kali menolak aksi pengeboman yang dilakukan oleh Muklas. “Saya sempat bertentangan dengan Muklas. Saya katakan jika caranya itu salah, tapi tidak digubris,” aku Ali yang dalam kasus ini divonis penjara seumur hidup.

“Saya melihat teror di Sarinah, teror Cirebon dan mereka semua membunuh orang tidak bersalah. Menurut saya itu bukan bom tapi mercon, karena mereka tidak dibekali cara merakit bom,” katanya sambil tertawa.

Ia berharap kepada kelompok-kelompok yang bergabung ISIS untuk segera kembali ke jalan yang benar. Karena ISIS bukanlah jihad melainkan ajaran setan.

Selain Ali Imron ada tiga mantan pelaku radikalisme menjadi narasumber dalam seminar tersebut. Tiga eks mantan pelaku radikalisme itu adalah Ali Imron, eks Bomber Bom Bali I tahun 2002, Umar Patek yang merupakan eks Komandan Lapangan Pelatihan Jemaah Islamiyah di Mindanao, Filipina, serta mantan Panglima Laskar Mujahidin Ambon, Jumu Tuani.

Sementara itu, Jumu Tuani, mantan Panglima Laskar Mujahidin Ambon mengatakan hal serupa, jika jihad yang dilakukan saat ini salah kaprah, terlebih apa yang sudah dilakukan oleh negara islam, ISIS. “Islam tidak mengajarkan kekerasan, apa yang dilakukan ISIS itu adalah ajaran setan,” tegas Jumu.

Baik Ali Imran dan Jumu Tuani mengaku jika mereka beberapa kali mendapatkam ancaman dari kelompok teroris karena dinilai telah berkhianat. (Vi)

%d blogger menyukai ini: