Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Miris, Wilayah NTT Baru Separuh Teraliri Listrik

Miris, Wilayah NTT Baru Separuh Teraliri Listrik

antarafoto-krisis-listrik-palu-090416-bmz-1

Sketsanews.com – Rasio elektrifikasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur masih berada di kisaran 58,67 persen pada tahun 2015. Dari angka tersebut, sekitar 36,85 persen  atau sekitar 1.205 desa/ keluarahan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) belum terjangkau aliran listrik.

“Desa/kelurahan yang sudah terjangkau listrik masih dikisaran 63,15 persen atau 2.065 desa/kelurahan,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTT Boni Marasina, Selasa (26/04/2016).

Dilansir dari Sindonews, Boni mengemukakan bahwa desa yang belum terjangkau listrik adalah yang berada di daerah perbatasan dan terpencil.

Kabupaten dengan jangkauan listrik terendah adalah Kabupaten Manggarai Timur yakni dari 176 desa, baru 34 desa atau 19,32 persen desa yang sudah berlistrik, katanya.

“Namun pemerintah sedang mengupayakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenagara Mikrohidro (PLTM) Waigaret dengan kapasitas 80 MW di Kabupaten Manggarai Timur,” kata Boni.

Selanjutnya, kabupaten dengan rasio listrik terendah kedua adalah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yakni dari 278 desa, baru 131 desa atau 47,12 persen desa yang sudah terjangkau listrik. 147 desa di antaranya belum berlistrik.

Maka saat ini, lanjut Boni, pemerintah sedang diupayakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan berkapasitas satu MW.

“Daerah satu-satunya yang 100 persen teraliri listrik adalah Kupang, disusul Kabupaten Ngada dengan rasio 88,74 persen dan Nagekeo dengan 86,73 persen,” kata Boni.

Di Kabupaten Ngada, listrik telah menjangkau sekitar 90 persen wilayah atau 134 dari 151 desa.

“Begitu juga di Kabupaten Nagakeo dimana dari 113 desa, 98 diantaranya telah dialiri listrik,” kata Boni. (Zu)

%d blogger menyukai ini: