Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Uang Rakyat Masih Saja Digunakan Plesiran

Uang Rakyat Masih Saja Digunakan Plesiran

031730_276248_155637_846564_Uchok_sky_khadafi_jpnn

Sketsanews.com – Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi tak habis pikir melihat DPRD DKI tetap melakukan kunjungan kerja ke luar negeri ketika kasus suap perda reklamasi yang melibatkan Ketua Komisi D M Sanusi baru saja terbongkar. Dia menuding para anggota dewan itu tak memikirkan perasaan rakyat.

“Masih ada juga anggota dewan yang cari-cari masalah rupanya. Sudah tahu DPRD sedang menjadi perhatian masyarakat karena kenakalan mereka dalam kasus suap reklamasi, malah masih berani-beraninya plesiran ke luar negeri,” ujar dia Selasa (26/4), sebagaimana dilansir dari JPNN.

Uchok mengatakan, kunjungan ke luar negeri dengan alasan apapun tidak bisa dibenarkan di tengah situasi DPRD yang terlilit kasus. Apalagi di sisi lain banyak masyarakat miskin Jakarta yang sedang menderita karena aksi penggusuran membabibuta oleh eksekutif.  “Kunjungan ke luar negeri, apapun alasan hanya menghambur-hamburkan duit rakyat yang tidak bisa dimaafkan,” tegas dia.

Uchok meminta aparat hukum turun tangan menyelidiki aksi jalan-jalan anggota dewan yang diduga menghabiskan uang ratusan juta tersebut. “Kalau ternyata tidak bisa dipertanggungjawabkan, sebaiknya segera ditindak tegas,” tandas dia.

Seperti diketahui, sebanyak 15 orang pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta melaksanakan program kunjungan ke sister city ke Jepang, Korea Selatan, dan China. “Itu program sister city, beda lagi sama kunker (kunjungan kerja), mereka berangkat dari tanggal 25-29 April ke Tokyo (Jepang), Seoul (Korea), dan Beijing (China),” ujar Sekretaris DPRD DKI Jakarta Muhamad Yuliadi.

Yuliadi memaparkan, masing-masing negara dikunjungi oleh 5 anggota DPRD DKI, 1 perwakilan Biro Kepala Daerah dan Hubungan Luar Negeri, dan 1 awak media. Anggota DPRD DKI yang berangkat ke negara sister city pun ditentukan berdasarkan urutan jumlah kursi. “Berangkatnya kan berdasarkan jumlah suara mereka. Kayak PDIP yang berangkat 4 orang, partai lainnya saya lupa detilnya,” beber dia.

Ia menambahkan, program kunjungan ke sister city sudah tercatat dalam rencana kerja tahunan. Setiap tahun, anggota DPRD DKI melakukan kunjungan sebanyak 2 kali. Kunjungan sister city bulan ini merupakan yang pertama. Pada tahun 2015, anggota DPRD DKI tidak melaksanakan kunjungan sister city. “Tahun lalu kan enggak sempat,” tukas dia. (Zu)

%d blogger menyukai ini: