Sketsa News
Home News Ngebor Buat Kereta Cepat, Lima WNA Cina DiCokok TNI AU Halim

Ngebor Buat Kereta Cepat, Lima WNA Cina DiCokok TNI AU Halim

Sketsanews.com – Laporan informasi intelijen Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma membenarkan ada aktivitas illegal yang dilakukan lima WNA asal China di wilayah Halim terkait proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Kronologinya, pada pukul 09.45 WIB (Rabu, 27/4), dilaksanakan patroli batas wilayah Lanud Halim, dan menemukan aktivitas pengeboran tanah oleh tujuh orang tak dikenal (2 WNI dan 5 WNA China) di Cipinang Melayu dekat jalan Tol Jakarta-Cikampek (belakang Batalyon 461 Paskhas) koordinat 6º 15’ 12” LS dan 106° 54′ 4”.

Setelah dilakukan pengecekan diketahui bahwa lima WNA China tersebut tidak memiliki clearence (perizinan) dari TNI AU dan tidak dilengkapi identitas atau paspor. Pukul 10.00 WIB lima WNA China dan dua WNI diamankan di kantor Intelijen Lanud Halim.

Dari hasil wawancara diketahui bahwa lima WNA China tersebut merupakan karyawan PT. Geo Central Mining (PT. GCM) yang beralamat di Pantai Indah Kapuk, Bukit Golf, Jakarta Utara, yang merupakan mitra kerja dari PT. Wika (Wijaya Karya) selaku pelaksana proyek KCIC, Sementara dua WNI lainnya merupakan karyawan lepas PT. GCM. [ald/rmol]

Penjelasan Kabag Humas dan TU Ditjen Imigrasi

“Berdasarkan pemeriksaan awal oleh tim pengeawasan orang asing yang tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, didapat informasi bahwa kelima orang tersebut diduga melakukan pelanggaran keimigrasian dengan tidak dapat menunjukan dokumen perjalanan serta izin tinggalnya selama di Indonesia,” ujar Kabag Humas dan TU Ditjen Imigrasi, Heru Santoso Ananta Yudha, saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (24/7/2016).

Menurut Heru, pihaknya akan koordinasi dengan TNI AU untuk mengetahui lebih jelas posisi kasus tersebut. Imigrasi Jaktim juga akan meminta data serta bahan keterangan untuk mengetahui secara pasti kegiatan para WNA tersebut di Indonesia.

“Akan berkordinasi dengan TNI AU untuk mengetahui secara pasti kegiatan mereka di wilayah kerja Kantor Imigrasi Jakarta Timur,” ujarnya.

1. Guo Lin Zhong, kelahiran Hunan, 5 Oktober 1989, Pekerjaan Tukang Bor dan Administrasi (tidak dapat menunjukan dokumen)
2. Wang Jun, kelahiran Nanhz, 11 September 1987, Pekerjaan Administrasi dan Peneliti (tidak dapat menunjukan dokumen)
3. Zhu Huafeng, kelahiran China, 10 Desember 1968, Pekerjaan Teknisi Mesin (dapat memperlihatkan KITAS)
4. Cheng Qianwu, kelahiran, Hubei, 13 Oktiber 196, Pekerjaan Teknisi Mesin (dapat memperlihatkan fotocopy Paspor).
5. XW (tidak diketahui nama aslinya, keterangan dapat memperlihatkan ID RRT).
(rvk/mad/Detik)

(in)

%d blogger menyukai ini: